Meski Terbatas, PDAM Sungai Bahar Upayakan Maksimal Kebutuhan Warga

MUARO JAMBI – Kebutuhan air bersih warga Sungai Bahar sangat tinggi. Pasalnya untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-sehari seperti memasak, cuci dan mandi. Sementara untuk pemenuhan tersebut, PDAM masih membutuhkan banyak pembenahan.

Mendengar permasalahan masyarakat PDAM Tirta Muaro Jambi langsung menanggapinya dengan segera dibuat PDAM unit Sungai Bahar. PDAM telah beroperasi meski belum maksimal.

Kepala Unit PDAM Sungai Bahar, Sopiyan mengatakan, isu yang beredar dikalangan masyarakat Muaro jambi terkait tak berjalannya pelayanan PDAM itu tidak benar. Pasalnya, hingga saat ini aliran PDAM sudah berjalan ke puluhan rumah meski belum maksimal

“PDAM Unit Sungai Bahar sudah beroperasi meski belum maksimal. Buktinya, udah hampir 30 rumah sudah di aliri air PDAM,” katanya saat dikonfirmasi Rabu (13/9).

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan proposal kepada instansi terkait untuk pengadaan pipa distribusi ke rumah masyarakat. Karena pada saat ini, pipa utama masih kurang, sementara pipa yang sudah terpasang belum merata.

“Kita masih kekurangan pipa distibusi. Kita butuh 8 kilometer agar merata,” katanya,

Masih dikatakan Sopyan, kebutuhan lain dalam memenuhi kebutuhan aliran air PDAM yang beroperasi 20 Liter/detik itu, pihaknya membutuhkan tambahan 3 booster. Sementada saat ini baru terdapat 1 Unit.

“Kita butuh 3 boster untuk baru bisa terpenuhi semua kebutuhan air masyarakat,” katanya.

PDAM Bahar butuh tambahan 3 booster dalam pengoperasian air pada pelanggan
PDAM Bahar butuh tambahan 3 booster dalam pengoperasian air pada pelanggan

Sementara itu salah satu warga, Maryanto yang berada di RT 02, Desa Marga Mulya merasa terbantu dengan masuknya PDAM di Bahar. Sebelumnya, Ia membeli air galon untuk kebutuhan minum, masak dan mencuci pakaian.

“Saya merasa sangat terbantu dengan masuknya PDAM. Biasanya kami beli air karena air kami warnanya merah, jadi untuk memcuci baju dan mandi anak kami harus beli air galon,” katanya. (Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *