MERANGIN – Wajah pendidikan Merangin Jaya memalukan dan mengkhawatirkan. Pasca pelantikan, mencuat setoran penempatan dan terbaru gelombang penolakan terjadi.
Duet Muhammad Syukur dan Khafid Moein di tahun ke II memerintah, berbagai tinta merah mencoreng wajah pendidikan. Mulai dari gaji guru yang berbulan-bulan tak dibayar, Dana BOS yang 6 bulan tak cair, kini dihantam badai pelantikan.
Dalam beberapa hari terakhir pasca pelantikan, bukannya perubahan besar yang terjadi. Sebaliknya, sejarah kelam mencatat Merangin dengan dugaan pungutan alias setoran untuk kursi empuk kepala sekolah.
Akibatnya, 50 kepsek menolak pelantikan itu, dan memilih meletakkan jabatan ketimbang memimpin sekolah.
Satu persatu pengakuan kepsek dan permintaan uang untuk penempatan menghiasi laman media sosial. Dari 500 ribu, hingga 60 juta rupiah, terungkap dalam pengaduan di DPRD Merangin.
Termasuk dengan penolakan guru dan wali murid akan kepala sekolah baru, terungkap jelas di beberapa sekolah.
Bukan isapan jempol, hal ini terbukti di salah satu sekolah di Pamenang, Kabupaten Merangin, Rabu (10/6/2026) menolak kepala sekolah baru.
“SD 196,Tanah Abang Pamenang Merangin Jambi, Emng GK bisa ya pnempatan kepsek sesuai tempat tinggal atw domisili sekitarnya,… Ksian KL jauh,.. #viralkepsekbaru,” tulis akun Lia Tiwi
Unggahan ini mendapat dukungan warganet, meminta kepala sekolah lama kembali memimpin. Mayoritas menolak kepsek baru.
“kita dukung pak Ahmad Fauzi tetap di sd 196…tolak kepsek dari jambi,” tulis Emi Atun diikuti beberapa komentar lain yang menolak.
https://youtu.be/gG_dMY7QUcQ?si=wdkDo2OZZtdOtBEe
“Pkoe tolak tolak tolak…..kompak msyrakat sak pemimpin tanah abang,” tulis yang lain.
Sementara sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin, Misrinaldi mengatakan, penempatan itu kewenangannya, bukan wali murid maupun guru.
“Wai itu bukan kewenangan saya. Kalau kepala sekolah, dia (wali murid, guru, red) menolak, alangkah ini. Mau ngatur sendiri?). Masa kita, itukan wewenang kita. Apa alasannya menolak, dia belum tau kinerjanya,” katanya.
