JAMBI – Pekan awal di Bulan Maret, intensitas curah hujan masih tinggi di Provinsi Jambi. BMKG Stasiun Jambi memperkirakan kondisi ini masih berlangsung di Bulan Maret, bahkan hingga April. Perubahan cuaca ini berpotensi angin kencang dan banjir.
Hal ini disampaikan Kepala BMKG Stasiun Jambi, Nurangesti Widyastuti menjawab dinamikajambi.com diruang kerjanya, Senin (6/3) siang. Bilangnya, bahwa di Bulan Maret dan April, Jambi masih memiliki curah hujan yang cukup tinggi.
“Kalau secara umum Bulan Maret dan April ini kita masih memiliki curah hujan yang tinggi, bisa kita lihat banjir sudah mulai dimana-mana,” terangnya.
Tak hanya ancaman banjir dari meningkatnya debit air Sungai Batahanghari, Nurangesti juga memperkirakan adanya hujan lebat dan potensi angin kencang berlangsung di periode ini. Ia berharap, kondisi ini harus diantisipasi.
“Saya pikir selain hujan lebat akan ada potensi angin kencang itu masih mungkin terjadi. Diharapkan masih tetap waspada, kalau dilihat pada peta Provinsi Jambi baik barat bagian pegunungan dan hulu sungai bagian timur,” paparnya.
Naiknya debit air Sungai Batanghari, Nurangesti mengingatkan potensi banjir yang mengancam Jambi bagian barat. Usai berlangsung di Jambi bagian Timur seperti Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, perubahan arah angin patut di waspadai.
“Untuk analisisnya bulan Maret ini bahwa massa udara di wilayah Indonesia mulai mengalami perubahan arah angin. Angin Timur di bagian Selatan kuat mendorong angin di Barat sekitar Ekuator. Dan itu menimbulkan adanya curah hujan yang cukup tinggi,” singkatnya.
Nurangesti juga berharap, masyarakat untuk mengantisipasi ancaman banjir. Harapnya, masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.”Pesan saya kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya, di perhatikan selokannya dan Tumbuhannya agar tetap terjaga dan alam tetap seimbang,” pesannya. (ben)
