Sekolah di Jambi Bakal Belajar Tatap Muka Lagi Pada Juli Mendatang

JAKARTA – Beberapa sekolah yang ada di kabupaten/Kota Provinsi Jambi, bakal dibolehkan belajar tatap muka seperti biasanya lagi pada Juli 2020 mendatang.

Sebagaimana diketahui, beberapa Sekolah yang ada 92 Kabupaten/Kota di Indonesia, yang berada di Zona Hijau COVID-19, akan segera dibuka. Salah satunya termasuk di daerah Provinsi Jambi.

Baca juga : New Normal, IRT di Jambi Akan Difasilitasi Bertani dan Ternak

Itu artinya, ada beberapa sekolah di Kabupaten/Kota Provinsi Jambi, yang bakal diperbolehkan masuk sekolah dan belajar tatap muka seperti biasanya kembali.

Hal ini dilihat berdasar keputusan Pemerintah, yang telah memutuskan membuka sekolah yang berada di zona hijau Corona COVID-19.

Seperti disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, yang menyebut sudah ada 92 kabupaten/kota yang berada di zona hijau.

“Kita lihat warna hijau. Sekarang ini ada 92 kabupaten/kota, tetapi data ini adalah data pada tanggal 7 Juni yang lalu. Nah, kami akan segera menghubungkan setelah data-data lebih lengkap lagi dan bisa saja jumlah yang 92 ini akan berkurang jadi lebih kecil lagi,” kata Doni dalam konferensi persnya yang disiarkan di YouTube Kemendikbud RI, Senin (15/6/2020).

Doni mengatakan 92 daerah tersebut merupakan data per 7 Juni 2020. Zona hijau tersebut tersebar di beberapa Provinsi.

Berikut Provinsi yang kabupaten/Kota yang masuk zona hijau ;

  1. Aceh
  2. Bengkulu
  3. Jambi
  4. Kalimantan Timur
  5. Kepulauan Bangka Belitung
  6. Kepulauan Riau
  7. Lampung
  8. Maluku
  9. Maluku Utara
  10. Nusa Tenggara Timur
  11. Papua
  12. Papua Barat
  13. Riau
  14. Sulawesi Barat
  15. Sulawesi Tengah
  16. Selatan Selatan
  17. Sulawesi Tenggara
  18. Sulawesi Utara
  19. Sumatera Selatan
  20. Sumatera Utara.

Melalui data wilayah zona hijau yang dipaparkan Doni, masih belum ada zona hijau di kawasan Pulau Jawa. Kemudian, terdapat 136 daerah yang berada di zona kuning.

Doni mengatakan, Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 akan selalu memperbarui data daerah secara berkala. Dia tidak ingin anak-anak mengalami resiko terpapar COVID-19.

“Gugus tugas akan selalu memberikan informasi kepada semua pihak, sehingga sistem pendidikan di negara kita tetap terjamin keamanannya. Kita tidak ingin ada anak-anak kita yang mengalami risiko terpapar karena kekurangan kehati-hatian dari kita semuanya,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah RI menetapkan jadwal tahun ajaran 2020/2021 tidak akan berubah. Masa pembelajaran akan mulai pada Juli mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem kemudian menjelaskan, peserta didik yang berada di zona kuning, orange dan merah tetap melakukan pembelajaran dari rumah.

Dia juga mengatakan ada 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, orange dan merah.

Sedangkan sisanya 6 persen peserta didik yang berada di zona hijau, diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“94 persen dari peserta didik kita, tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka. Jadi masih belajar dari rumah. Yang 6 persen yang di zona hijau, itulah yang kami memperbolehkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol yang sangat ketat,” Kata Nadiem dalam telekonferensinya, Senin (15/6).

“Jadi saya ulangi lagi bahwa untuk saat ini karena hanya 6 persen, dari populasi peserta didik kita yang di zona hijau. Nerekalah yang kita berikan persilakan untuk pemerintah daerah mengambil keputusan, melakukan sekolah dengan tatap muka. Sisanya 94 persen tidak diperkenankan, dilarang. Karena mereka masih ada risiko penyebaran COVID,” sambungnya.

Sumber : Detik.com

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033