MUARO JAMBI – Awan merah, Karhutla di Jambi mendadak menjadi sorotan media sosial pada Sabtu (21/09/2019). Selain siaga Bupati Muaro Jambi, Minggu (22/09/2019) berdatangan relawan dari berbagai lapisan di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Puding, Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi.
Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro yang sudah sepekan ini bolak-balik ke lokasi Karhutla, terpaksa membatalkan agenda di Bengkulu. Ia kembali turun ke lokasi dan bahkan siap berkantor disini.
Sekitar pukul 09.00 Wib, rombongan bupati disambut kabut asap yang terbilang masih tipis. Berkoordinasi dengan petugas dan Dandim, Masnah disambut angin kencang di salah satu titik api. Api makin menjadi, sebagian rombongan mundur. Sebagian lagi bertahan.
Kabut asap makin tebal. Mata perih, semakin memburuk dengan partikel debu yang berterbangan sekitar pukul 10.00 Wib.
Masalahnya, api terus menjalar. Mendekati posko Satgas Karhutla.
Sebelumnya, salah satu posko terbakar. Satgas sempat mundur atau pindah posko.
Satu persatu, datang relawan dari Mapala Siginjai UNJA. Aktivis muda ini terjun langsung ke lokasi.
Lalu datang rombongan dari Yayasan Al Ummahat. Sekitar 12 pria didampingi warga Jambi, datang dari Bogor.
“Awalnya kita mau ke Riau. Tapi titik api di Jambi, ternyata lebih,” kata Abu Syifah, pimpinan rombongan saat bersua Bupati, Dandim dan Kapolres.
Mereka memang tak membawa apa-apa. Namun setelah melihat kondisi ini, mereka melihat kebutuhan dapur umum sebagai bagian yang bisa mereka bantu.
Tak lama kemudian, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi tampak datang. Dikomandoi Aidi Hatta, rombongan membawa 30 dus air mineral dan makanan.

Lalu datang pula dari PMI dan ACT dan perlengkapannya.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Drs. Muchlis A.S M.H dengan membawa 500 roti. Kapolda, Bupati, Dandim dan Kapolres turun ke lokasi. Mundur sekitar 10 meter dari lokasi yang didatangi bupati sebelumnya.
Kapolda langsung mengambil pelepah sawit untuk memadamkan api. Namun beberapa saat kemudian, angin kencang bertiup. Membawa asap dan partikel debu dari arah lainnya. Membuat jarak pandang turun, mata memerah dan sesak nafas. Rombongan mundur.
Seketika, langit mengelap. Seketika pula cerah. Petugas musti mensiasati angin untuk pemadaman.
Kepada awak media, Kapolda mengatakan tersangka membakar lahan sudah ditetapkan 18 orang.
“Ya, 18 telah ditetapkan tersangka tadi malam. Ditangkap 20, 4 sudah dikembalikan,” katanya seraya menjawab korporasi berinisial ‘M’ saat menjawab pertanyaan awak media.
Bupati sendiri mengambil kebijakan untuk menyiagakan puskesmas. Selain itu, Ia juga menyiapkan para dokter untuk ditempatkan di posko-posko. Sementara untuk kebutuhan air, 2 tangki mobil untuk air bersih para petugas jaga, disiapkan. Selain itu, Ia juga mengupayakan untuk kebutuhan oksigen, masker dan sebagainya. (Erw)
