JAMBI – Terkait sering terjadinya padam listrik di Jambi, pihak PLN menyampaikan bahwa adanya gangguan, akibat pohon yang terlalu banyak. Hingga mengganggu kestabilan atus listrik. Hal ini disampaikan Haris Andika, selaku Manajer UP3 Jambi, Rabu (5/12/18).
Dirinya juga menyampaikan, bahwa memang berapa hari yang lalu, beberapa kawasan di Jambi listrik padam dengan waktu yang lama. Hal itu disebabkan karena ada perbaikan tiang yang roboh, dan kabelnya banyak yang putus.
“Minggu kemaren ada beberapa tiang tumbang kena tanah longsor, di air hitam. Dan ada kabel putus, di depan GI Selincah. kalau kemaren karena gangguan alam, karena kondisi hujan angin.” kata Haris saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com melalui seluler pribadinya.
Lebih lanjut, Kepala PLN itu juga menyampaikan, bahwa untuk berapa jumlah tiang dan kabel putus tersebut, Ia tak tau berapa. Namun yang jelas Ada beberap tiang di Air Hitam, arah Sungai Gelam yang rusak.
Sebelumnya, masyarakat banyak yang mengeluh, karena listrik di Jambi ini sering padam. Bahkan dalam sehari itu bisa sampai 2-4 kali.
Menanggapi hal tersebut, Haris mengatakan bahwa memang saat ini listrik sering terjadi gangguan, karena cuaca yang tak kondusif. Sementara itu, pohon-pohon yang sudah dapat ijin potongnya masih banyak, terutama yang dekat dengan jaringannya.
“Gangguan karena pohon kebanyakan, terutama arah luar kota yang didominasibsait dan karet yang sudah untuk dapat ijin potongnya.” ujarnya.
Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama membantu melancarkan arus listrik tersebut, dengan cara memberikan izin supaya pohon-pohon yang mengganggu di potong oleh tim khusus dari PLN.
“Kalau dari PLN sudah ada tim khusus untuk perintisan atau potong pohon. Nah ini yang harus ada pengertian dan kerelaan dari warga, untuk dipotong pohonnya. Terutama yang dekat dengan jaringan, karena kendala listrik ini harus dijaga bersama. Tidak akan bisa hanya oleh PLN.” imbuhnya.
Lanjutnya, bahwa usaha dari untuk pemeliharaan tetap jalan, dan daya listrik yang disalurkan juga sudah cukup. Hanya saja butuh kerjasama dari masyarakt, untuk memberi izin agar pohon yang mengganggu bisa dipotong.
“Kalau dari daya PLN, sudah cukup. Upaya pemeliharaan tetap jalan
Tapi yang paling utama adalah, kerjasama dari masyarakat, terutama ijin tebang pohon.” pungkasnya. (Nrs)
