Kisah Inspiratif, Wanita Asal Tungkal Tanjabbar Jambi

JAMBI – Meniti karir dan sukses di bidang yang diinginkan, adalah sebuah mimpi setiap insan yang bernyawa. Tak menutup kemungkinan, setiap asa yang bergejolak dalam jiwa manusia, dan diselaraskan dengan tekat juang yang tinggi, membuat seseorang mampu meraih puncak yang ingin mereka tuju.

Tentunya, pencapaian ini bukan hanya sebatas isapan jempol saja, lalu dilepas bersama ludah yang berbau tak enak. Ibarat sebuah kata, retorika tanpa implementasi akan menjadikan karang yang terus digerus ombak, hingga akhirnya menipis dan semakin menepi.

Baca juga : Siswa Lebih Pilih Harta Karun Daripada Melanjutkan Sekolah

Baca juga : Sempat Buat Keliru, Ternyata Ini Kisah Singkat HCE dan Neneknya Yang Juga Pemimpin

Baca juga : Ramalan Zodiak Hari Ini, Cek Bintang Kamu Disini Sekarang

Mungkin kalian pernah mendengar istilah kata “sukses”, dengan waktu yang tak ditentukan. Ya anggap saja ini tentang sebuah pencapaian, yang diraih dalam usia yang masih terbilang remaja.

Sukses di Usia Muda

Sama halnya yang dilakukan wanita kelahiran Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) 01 Agustus 1991 ini, boleh dikatakan sukses di usia yang masih sangat muda.

Wanita yang setelah lahir diberi nama Siti Aisyah dan sering disapa Ayu oleh temannya ini, memulai karirnya sejak ia masih berusia 19 tahun, ketika baru saja menyelesaikan pendidikan DIII nya di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim (Stikba) Kota Jambi.

Baca juga : Diduga Kaya, Ternyata Hanya Gaya

Baca juga : Bukan PNS, Tigor Ingin Pemuda Jambi Jadi Pengusaha

Dia sama seperti perempuan lainnya, bahkan saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, wanita keturunan Banjar Kalimantan itu, sering di buli oleh teman-teman lelakinya, lantaran Ayu memiliki postur tubuh yang kecil dan mungil, sehingga tak banyak laki-laki yang mau berteman dengannya.

Jenjang Pendidikan

Ayu memulai pendidikannya sejak masih usia 5 tahun, di salah satu Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar di Tungkal Tanjabbar, Provinsi Jambi.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, dan tidak sempat mendapatkan Ijazah pendidikan Sekolah Dasar nya, ia pun lanjut ke Madrasah Tsunawiyah Negeri (MtsN), hingga Sekolah Menengah Akhir (SMA) di Tungkal Tanjabbar Provinsi Jambi.

Di usia 16 tahun, Ayu yang sudah mengantongi ijazah SMA pun lanjut di jenjang pendidikan Ilmu Kesehatan kebidanan, di Stikba Kota Jambi, dan berhasil lulus dengan meraih gelar Akademi Kebidanan (AM.Keb) nya pada bulan Oktober 2010. Setelah lulus, ia pun kembali ke Tungkal.

Dorongan Orangtua

Di usianya yang masih 19 tahun, dan status 1 hari setelah wisuda, menjadi beban dan tekanan batin bagi Ayu. Bagaimana tidak, aktivitas yang dilakukannya dirumah, orang tua yang memberikan motivasi lewat omelan semangat pun, terus menjadi pendorongnya untuk menjadi wanita yang lebih baik.

Hingga pada suatu hari, ketika ia hendak mencuci piring dan pakaian. Datang ibunya bertanya, “kok kamu nyuci”. Karena emang tidak ada kerjaan, Ayu pun menjawab, kepada ibunya, “dari pada tidak ada kerjaan, lebih baik nyuci saja” singkatnya.

Namun, ditengah pembicaraan tersebut, tiba-tiba ayah Ayu berbicara dengan lantang, ‘biarkan saja buk, gak usah dibilangin orang pengangguran itu,” kata ayahnya.

Setelah kejadian hari itu, Ayu yang merasa omongan ayahnya adalah motivasi untuknya, ia pun bertekat untuk mencari kerja keesokan harinya apapun itu pekerjaannya.

Awal Meniti Karir

Beruntung ia pun langsung dipanggil dan diterima bekerja, di salah satu klinik yang ada di Tungkal Kabupaten Tanjabbar.

Seiring berjalannya waktu, Ayu yang sambil kerja di klinik juga membuka Bidan Praktek Swasta (BPS) yang di support dana oleh orangtuanya disebelah rumahnya. Pagi bekerja di klik, malam nya di prakteknya. Sehingga dari pagi hingga malam, waktunya hanya dihabiskan untuk kerja.

Baca juga : 3 Tahun Jatuh Bangun, SMAN 8 Merangin Sabet Predikat Sekolah Sehat Nasional

Dalam menjalani rutinitasnya, orang tua Ayu selalu menjadi pendorong dan semangat baginya, untuk terus giat dalam mengejar mimpinya. Melakoni pekerjaan tanpa mengenal waktu, membuat menjadi wanita tangguh, dan pantang menyerahnya dalam mewujudkan mimpinya.

Tak sia-sia, kerja keras anak bungsu dari tiga bersaudara itu pun mulai menemukan kedikjayaan nya, perlahan karirnya pun mulai membuka ruang ke tahap yang lebih tinggi.

Jadi PNS

Kegiatan ini pun rutin dilakukan Ayu setiap hari, hingga akhirnya pada bulan Januari 2011, dirinya lulus tes PNS, yang membawa dirinya ke jenjang saat ini, dimana yang diimpikan hampir setiap orang.

Setelah menerima SK PNS nya, ia pun ditempatkan di salah satu Puskesmas milik pemerintah, di Kuala Tungkal selama 3 tahun, hingga akhirnya ditempatkan di Kota Jambi sampai saat ini.

Bertahun-tahun melakoni pekerjaan sebagai PNS, kehidupan Ayu pun berubah drastis, dari yang awalnya selalu bergantung dengan orangtua, kini sudah hidup mandiri dan memiliki pasilitas sendiri dengan hasil keringatnya.

Kini wanita yang sudah menginjak usia 28 tahun ini pun hidup berkecukupan, hanya saja yang terlintas dipikirannya ingin melanjutkan pendidikan, dan meraih cita-cita barunya.

Lanjut Pendidikan

Tak sampai disitu, Wanita kelahiran suku Banjar ini kini melanjutkan pendidikannya di Poltekkes Jambi, di kawasan Buluran Telanaipura Kota Jambi, dengan jurusan D IV kebidanan.

Ditengah kesibukannya yang kerja di puskesmas, Ayu juga menimba ilmu guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yakni S2.

Rutinitas yang dari membuka mata, hingga menutup mata tak ia hiraukan lagi, waktu yang selalu diisi dengan kerja dan kuliah, membuat dirinya tak bergeming untuk meraih impiannya, bahkan ia ingin menjadi Pejabat eselon di kepemerintahan.

Pesan Penulis

Siapa yang sangka, wanita yang dulunya kerap menjadi buli-bulian teman SMP nya, kini malah menjadi sosok yang mampu memberikan contoh positif bagi generasi muda di Provinsi Jambi.

Dalam perjalanan dan proses hidup yang diskenariokan tuhan, memang tidak ada yang bisa menerkanya. Ulat yang awalnya dibungkus kepompong, lalu tumbuh menjadi kupu-kupu, itu bukanlah suatu kebetulan.

Ada proses yang dilewati, hingga akhirnya tercipta sebuah keindahan, lalu terbang dengan bebas mengitari dunia sang pencipta. Ya, itu lah hidup. Terkadang ada memilih untuk bertahan meski sulit, lalu meraih buahnya yang manis. Adapula yang memilih berhenti, dan meninggalkan setengah dari perjuangan yang ia lakoni.

Meski demikian kita perlu Ingat satu hal, manusia dilahirkan dengan bentuk dan wajah yang sama, semuanya tidak ada yang berbeda.

Yang membuat perbedaan diantara manusia, adalah tekat dan komitmennya. Memilih untuk terus mengejar, atau malah berhenti.

 

Narasumber : Siti Aisyah /Ayu (Mahasiswa D IV Poltekkes Jambi/PNS Kota Jambi).

Penulis : Wartawan Dinamika Jambi

 

 

 

Baca juga : Kisah Pilu Eni, Yang Berikan Hadiah Umrohnya Untuk Ibu Kandungnya

Lihat  juga video : Klik Disini

Baca juga : Hidup Hanya Sekali, Salah Langkah Neraka Menanti

Baca juga : Anak Dusun Dari Jambi, Jadi Paskibra di Istana Negara

Baca juga : Sukses Bukanlah Keberuntungan, Atau Kebetulan

Baca juga : Bagaimana Jambi Mantap, Merangin Saja Tak Mantap

Baca juga : Ratusan Peserta Seleksi CPNS Tanjabbar, Bertumbangan

Baca juga : Prihatin, Wako AJB Turut Bantu Pencarian Warga di Danau Kaco

Baca juga : Didampingi Sang Istri, Dianto Ucapkan Terimakasih dan Salam Perpisahan

Baca juga : Akui Takut Virus Corona, Gloria : Jangan Pegang Muka

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033