JAKARTA – Bupati Tanjabbar secara mendadak kejutkan jajaran Pemda di wilayah pesisir barat Jambi itu, di mana Ia tiba-tiba temui Menteri ESDM RI, Rabu (03/06/2021).
Tak ayal, hal ini menjadi pertanyaan ada apa Sangat Bupati Tanjabbar Temui Menteri ESDM RI. Dalam rangka apa?
Baca juga : HUT 75 Pemkot Jambi, Lansia 68 Tahun Berhasil Gowes 17 Kilometer
Usut punya usut, ternyata hal itu di lakukan orang nomor satu di Tanjabbar itu, dalam rangka memastikan rencana pembangunan Jaringan Gas (Jargas) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Oleh karena itu lah, Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Drs H Anwar Sadat, temui kementerian ESDM RI tersebut.
Dengan di dampingi Asisten Perekonomian, Kepala Bappeda dan Kasubbag SDA, Ia melakukan kunjungan kerja ke Kementerian ESDM RI di Jakarta itu.
Selain itu, apda kunjungan ini Bupati memastikan rencana pembangunan Jaringan Gas di Kecamatan Betara, yang nantinya di peruntukkan bagi 3.209 KK.
Kepada Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESMD, Noor Arifin Muhammad, Bupati menyampaikan tentang kondisi kelangkaan gas di Tanjabbar. Khususnya di Kecamatan Betara.
“Kondisi kelangkaan ini terkesan sangat ironis, mengingat keberadaan Perusahaan Migas yang beroperasi di wilayah Tanjabbar.” katanya.
Kendati demikian, Ia juga meminta Kementerian ESDM dan juga bantuan Ketua Komisi VII DPR-RI, agar Jaringan Gas tersebut bisa segera di bangun paling lambat di tahun 2022.
Hal ini karena pemerintah daerah, juga telah menganggarkan penyusunan dokumen UKL-UPL, dan siap memproses perizinannya.
“Ini juga kami maksudkan demi menumbuhkan ‘sense of belonging’, rasa memiliki atau setidaknya menjadi bagian dari perusahaan yang berdiri. Bahkan beroperasi di daerahnya,” ungkapnya.
Jargas Adalah
Untuk di ketahui, Jargas merupakan salah satu proyek strategis nasional, sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk menyediakan energi yang bersih. Selain itu, juga murah bagi masyarakat, serta bersumber dari dalam negeri.
Tujuan dari program pembangunan jargas, adalah memberikan akses energi kepada masyarakat.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Bukan cuma ini, ini juga nantinya bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat, melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar.
Kemudian, membantu ekonomi warga menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan, serta mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga. (hry)
