HUKRIM – Entah apa yang merasuki Agung, hingga tega habisi nyawa pacarnya secara sadis, yang tengah hamil 8 bulan. Kepada polisi Ia mengaku, karena kesal sering di suruh-suruh oleh sang pacar.
Padahal, anak dalam kandungan sang pacarnya hamil adalah darah daging Agung, lalu mengapa Ia tega habisi nyawa orang yang ia sayang itu?
Baca juga : PPKM Level 4 Diperketat di Kota Jambi, Berikut Aturan Lengkapnya Termasuk Sanksinya
Seperti di ketahui, meski masih berusia 18 tahun, tapi Agung Dwi Saputra menghabisi pacarnya Silvi Ayu Nugraha (23), yang tengah hamil 8 bulan dengan cara yang sadis.
Itu terungkap berdasarkan pengakuan pemuda yang baru lulus SMA itu, di depan awak media di Mapolrestabes Semarang, Minggu (22/8/2021).
Awalnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menanyai alasan Agung, tega menghabisi nyawa pacarnya sendiri.
“Karena saya sering di suruh-suruh mengambilkan barang yang bisa membuat saya emosi,” ungkap Agung.
Pemuda asal Solo ini, lantas membeberkan permintaan Silvi kepada dirinya.
“Saya di suruh mengambilkan air minum, baju, atau di suruh bantuin ke kamar mandi,” bebernya.
Pemuda asal Solo ini, kemudian mengaku sudah sejak satu tahun lebih menjalin hubungan dengan Silvi.
Awal jalinan asmara itu, bermula saat ia bertemu Silvi di Solo.
“Saya ketemu dengan pacar saya di sebuah angkringan di Solo,” ucapnya.
Sejak pertemuan pertama kali itu pula, hatinya tertambat pada warga Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung, Blora tersebut.
“Di situ saya sudah mulai merasa suka kepadanya. Dan dia pun suka kepada saya,” tutur Agung.
Tidak Direstui Orang Tua
Sayangnya, hubungan asmaranya dengan Silvi itu tak di restui oleh orangtuanya.
Pasalnya, umur antara Ia dengan Silvi berbeda lima tahun.
“Orangtua saya tidak setuju karena beda jauh umurnya,” ungkapnya.
Namun Agung menghiraukan orangtuanya, dan memilih kabur bersama Silvi ke Semarang.
Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Agung menjadi pengumpul barang bekas.
“Saya di Semarang jadi tukang rongsokan,” katanya.
Sadis!
Agung lantas menceritakan, detik-detik ia menghabisinya nyawa pacarnya sendiri.
“Siang hari, jam 10, setengah 11,” kata Agung.
Saat itu, ia menghabisi nyawa perempuan yang tengah mengandung darah dagingnya itu, dengan cara mencekik lehernya.
“Mulutnya di bekap, betul?” tanya Kapolrestabes yang di jawab anggukkan oleh Agung.
Berita lain : Sukses Bertugas, Gubernur Jambi Beri Cendera Mata 2 Paskibraka
“Kepalanya di benturkan” tanya Irwan yang kembali di jawab anggukan.
“Perutnya di injak-injak?” cecar Irwan yang juga mendapat anggukan dari Agung.
Sumber : Pojoksatu.id
