PPKM Level 4 Diperketat di Kota Jambi, Berikut Aturan Lengkapnya Termasuk Sanksinya

JAMBI – Pelaksanaan PPKM level 4 yang diperketat di sejumlah pintu masuk Kota Jambi, mulai di lakukan Senin (23/8/21) mendatang. Ini di lakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat, dalam upaya mencegah atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Jambi.

Pada hari Jumat kemarin, tanggal 20 Agustus 2021 telah di laksanakan rapat lintas sektoral yang di pimpin oleh Gubernur Jambi, dan di klokuti oleh seluruh unsur Forkopimda Provinsi Jambi. Kemudian juga hadir Walikota Jambi beserta Forkopimda Kotamadya Jambi, dan para stakholder terkait lainnya.

Baca juga : Menilik Keasrian Pohon ‘Berbanir’ di Komplek Candi Muaro Jambi

Rapat litas sektoral ini di lakukan melalui lainnya via zoom meeting, dalam rangka pelaksanaan PPKM Level 4 yang Diperketat.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan, PPKM level 4 yang diperketat di kota Jambi ini sifatnya sementara. Yakni selama 1 minggu, yaitu mulai tanggal 23-29 Agustus 2021.

Kemudian, ini di berlakukan setelah masyarakat menerima bantuan sosial yang di distribusikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi, berupa sembako dan beras dalam dua hari ini.

“Dalam Pengetatan PPKM level 4 akan di lakukan penyekatan di 7 pintu masuk Kota Jambi, yang berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi. Kemudian akan ada 12 titik pos pemeriksaan, di ruas jalan tertentu dalam kota. Masyarakat yang akan memasuki Kota Jambi, wajib menunjukkan kartu vaksin dan nanti di pos-pos penyekatan, di sediakan Rapid Antigen gratis,” ujar Kombes Pol Mulia Prianto.

Sektor Pendidikan

Selanjutnya, berdasarkan Inmendagri Nomor 31 Tahun 2021 PPKM level 4 yang di perketat ini, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan dilakukan secara daring. Termasuk kegiatan olahraga atau pertandingan yang di gelar Pemerintah, bisa di laksanakan tanpa penonton.

Selain itu, olahraga mandiri atau individual dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian, pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial, di berlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH).

Fasilitas Umum

Untuk Area publik seperti Fasilitas Umum, taman umum, tempat wisata umum, Car Free Day dan Car Free Night, kegiatan sosial, budaya dan kemasyarakatan di tutup sementara. Atau di tiadakan termasuk menggelar resepsi pernikahan.

Kemudian, untuk konstruksi dan proyek bisa beroperasi, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial, dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen).  Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, di batasi jam operasional sampai Pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%. Lainnya, aturan PPKM Level 4 tetap sama dengan PPKM Darurat sebelumnya.

“Dalam PPKM level 4 yang diperketat ini, aktivitas masyarakat tetap diperbolehkan, namun yang bersifat emergency, kritikal, maupun esensial.Untuk yang non esensial, seperti toko HP,  elektronik, meubel, toko baju dan sepatu diliburkan dulu, ” jelasnya.

Transportasi 

Selanjutnya, untuk transportasi umum seperti kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan Ojek Online) dan kendaraan sewa/rental. Ini di berlakukan kapasitas maksimal 70 %, dengan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat.

Kemudian untuk perjalanan domestik dengan menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh seperti pesawat udara, bis dan kapal laut. Mereka wajib menunjukkan kartu vaksin, minimal vaksinasi dosis pertama.

Lalu, juga menunjukkan hasil PCR dua hari sebelum keberangkatan untuk pesawat udara, serta hasil antigen sehari sebelum keberangkatan. Untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis dan kapal laut.

Masyarakat yang di perbolehkan keluar masuk selama PPKM level 4, yakni PNS wilayah aglomerasi, TNI/POLRI yang bertugas, tenaga kesehatan, buruh/pekerja wilayah aglomerasi. Selanjutnya ambulance/orang sakit mau berobat/mau melahirkan. Keluarga inti meninggal dunia/sakit, kendaraan pengangkut logistik (sembako, oksigen, bahan konstruksi, obat-obatan serta bahan medik, dll).

Aturan Makan Minum di Tempat

Kemudian untuk kegiatan makan dan minum di tempat umum yang di atur dalam PPKM level 4, di ataranya warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya di izinkan buka dengan protokol kesehatan ketat. Lalu memakai masker, mencuci tangan, handsanitizer, yang pengaturan teknisnya di atur oleh pemerintah daerah.

Selanjutnya kedua, rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri, dapat melayani makan di tempat/dine in. Dengan kapasitas 25% dan menerima makan, dibawa pulang/delivery/take away dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Dan ketiga restoran/rumah makan, kafe dengan skala sedang dan besar baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall . Mereka hanya menerima delivery/take away, dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

Sanksi Tegas

Kabid Humas Polda Jambi juga menegaskan, bahwa jajaran pemerintah daerah akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha non esensial tersebut. Ini apabila tetap membuka usahanya saat di berlakukannya PPKM level 4, yang di perketat ini.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah, apabila tidak ada hal penting atau mendesak lainnya.

“Kami dari Kepolisian mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak keluar rumah selama pengetatan PPKM level 4 berlangsung. Serta tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” tutupnya. (Red)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033