Waduh.. Akibat Banjir, 47 SAD Terserang Penyakit Ini..

Jambi – Orang rimba atau yang lebih dikenal dengan suku anak dalam (SAD) adalah salah satu suku adat marginal, di provinsi Jambi sendiri ada beberapa wilayah yang penghuni orang rimba nya masih lumayan cukup banyak, seperti kabupaten Batanghari, kabupaten Sarolangun dan Tebo.

Dengan kondisi cuaca pada musim penghujan sekarang ini tentu sangatlah menderita bagi sekelompok orang rimba dengan adanya bencana banjir tersebut, karena di sepanjang jalan lintas yang terhitung dari kabupaten Bungo, kabupaten Merangin dan Sarolangun masih banyak sebagai orang rimba yang hidupnya di pinggiran sungai dan di pinggiran pinggiran jalan dan ada juga yang kehidupan mereka di dalam perkebunan sawit milik perusahaan dan lahan lahan masyarakat sekitar. Hal tersebut di ungkapkan oleh Andre Chandra selaku asisten program pemberdayaan suku adat marginal Provinsi Jambi kepada wartawan sarolangun ekspres.

“Kalau di lihat dengan kondisi yang sekarang ini dengan terjadinya curah hujan yang sangat tinggi yang mengakibatkan bencana banjir sangat mengagu aktivitas para segerombolan orang rimba tersebut,” katanya Senin ( 20/3 ).

Perlu di ketahui Mayoritas mata pencarian suku anak dalam tersebut sangat tergantung dengan kondisi alam yang ada di sekitar mereka dengan cara berburu dan memanfaatkan hasil alam mereka bisa bertahan hidup

“Mereka itu kan tinggal nya tidak dirumah, hanya saja memakai terpal, dan daun daun sawit yang ada di sekitar keliling mereka” ucapnya kepada wartawan Sarolangun Ekspres.

Dia juga mengatakan dengan kondisi hujan yang terjadi di beberapa titik wilayah di provinsi Jambi ini, suku anak dalam orang rimba sangatlah rentan terhadap penyakit- penyakit yang akan menimpa mereka karena dengan kondisi musim penghujan saat ini sangat terganggu kesehatannya karena rumah para orang rimba tersebut sangat berbeda dengan rumah – rumah warga atau masyarakat lainnya

“Apa bila mereka sudah sakit dan terkena penyakit otomatis sumber ekonomi mereka terganggu, dengan mereka sakit tentu mereka tidak bisa berburu untuk mencari kebutuhan hidup mereka” tuturnya

Dia juga menjelaskan dengan kondisi yang saat ini penting untuk Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengkaji dan memperhatikan terutama untuk masyarakat orang rimba yang hidupnya paling miskin di Jambi

“Akibat dari perubahan cuaca, mulai dari panas menuju musim penghujan mayoritas suku anak dalam rentan dengan penyakit campak, Malaria demam, dan juga penyakit kulit dan yang paling banyak penyakit campak” ungkapnya

Lanjutnya,” Untuk suku anak dalam yang terkena penyakit campak itu sekitar 47 orang rimba yang tergabung di tiga kabupaten dan ada juga yang sudah di rawat di rumah sakit umum Raden Mattaher, Rumah Sakit Hamba Batang hari dan rumah sakit Sarolangun,” tambah nya

Mayoritas yang terkena penyakit campak tersebut adalah kalangan anak-anak, yang terdiri dari orang rimba di daerah spitun Sarolangun, orang rimba di Kabupaten Batanghari dan Tebo

“Yang terbanyak itu di Kabupaten Batanghari kurang lebih 25 orang rimba,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *