Viral, Anaknya Ketahuan Merokok, Orang Tua Marahi Sang Guru

JAKARTA – Heboh, orang tua dan Murid marahi seorang guru pesantren, lantaran anaknya yang ketahuan Merokok tak diperbolehkan ikut ujian, dan diminta keluar dari Pesantren.

Kejadian ini dilihat dalam sebuah video, yang menampilkan wali murid tengah memarahi guru di Pondok Pesantren Al Mujtahadah, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, nampak salah seorang wali murid, Hendrizal tengah memarahi guru pesantren, namun guru tersebut tak bergeming atau diam saja.

Baca juga : Video Emak-emak Ngamuk Viral, Tampar dan Tarik Rambut

Baca juga : Guru di Jambi Ini Diduga Terkena Virus Corona

Keterangan Orangtua Murid

Dikutip dari Okezone.com saat dikonfirmasi, Henrizal menjelaskan bahwa amarahnya tersebut lantaran putranya berinisial BR tak dapat mengikuti ujian dan diminta keluar pesantren.

“Kenapa saya memarahi ustadznya, karena anak kami tidak boleh mengikuti ujian, dan selain itu anak saya merokok,” kata Hendrizal seperti dalam tayangan iNews, Kamis (5/3/2020).

Ia mengklaim, pihaknya akan mengikuti semua aturan yang ada di pondok pesantren, namun mengeluarkan anaknya secara tiba-tiba tanpa peringatan menurutnya berlebihan.

Baca juga : Ketua DPRD, Fajran Hadiri Pelantikan Pengurus KTNA Kota Sungai Penuh

Baca juga : Merangin Kasus Pencabulan Lagi.. Gadis Pesantren Laporkan Oknum Dewan Ke Polisi

“Enggak pernah (ada peringatan), saya mediasi sebenarnya kalau iya, pendidikan sanksi ada SP1 ada SP2,” terangnya.

Orang Tua Akui Anaknya Merokok

Hendrizal mengakui bahwa anaknya memang telah melanggar aturan dengan merokok. Namun ia membantah, bahwa anaknya sering kabur keluar area pesantren.

“Kalau merokok di belakang, saya mungkin iya melanggar aturan, tapi kalau anak saya enggak pernah kabur,” tambahnya.

Baca juga : Warga Heboh, Siswa SMAN 2 Sungai Penuh Hilang di Danau Kaco

Baca juga : Heboh, Penemuan Mayat di Jambi Bawa Tas Isi Batu Bata

Baca juga : Tak Menapikan Keunggulan Fasha di Hasil Survei, Orang Dekat CE Bilang Ini

Adapun saat ini kata Hendrizal persoalan itu sendiri sudah diselesaikan setelah dilakukan mediasi dengan berbagai pihak dan memutuskan untuk tetap bisa sekolah di pesantren.

“Sekarang sudah diterima, dibantu Kemenag. Tapi anak saya cuma saya suruh ikut ujian saja,” tandasnya. (*)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033