JAKARTA – Kasus wabah virus corona baru penyebab COVID-19 menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), per tanggal 6 Maret 2020 mencapai 98.192 kasus secara global.
Berdasarkan jumlah tersebut, tingkat kematian akibat penyakit itu paling tinggi di Italia.
Baca juga : Gegara Virus Corona, MotoGP Berpotensi Tanpa Penonton
Baca juga : Sering Makan Korban, Oprit Jembatan Ini Membahayakan
Baca juga : Video Emak-emak Ngamuk Viral, Tampar dan Tarik Rambut
Baca juga : Waspadai Produk Berbahaya, 2019 BPOM Temukan 451 item Kosmetik Tanpa Izin
Laporan WHO
Dikutip dari Jpnn.com laporan situasi harian WHO, yang dilansir pada Sabtu menunjukkan, secara keseluruhan pada Jumat (6/3) ada 2.873 kasus baru. Dengan perincian 146 kasus baru di China dan 2.727 kasus baru, di 88 negara dan wilayah di luar China.
China melaporkan total 80.711 kasus COVID-19 dan 3.045 di antaranya mengakibatkan kematian, termasuk 30 kematian yang dilaporkan pada 6 Maret.
Baca juga : Diyakini Mampu Tangkal Virus Corona, Rempah-Rempah Jenis Ini Laris Manis
Di luar China, total ada 17.481 kasus yang dikonfirmasi sebagai penyakit akibat infeksi virus corona baru dan 335 di antaranya menyebabkan kematian, termasuk 69 kematian baru yang dilaporkan Jumat (6/3).
Kematian Tertinggi Di Italia
Italia pada 6 Maret melaporkan 41 kematian akibat COVID-19, lebih tinggi dibanding jumlah kematian akibat penyakit tersebut di China (30) maupun negara-negara di luar China.
Persentase jumlah kematian dibanding jumlah total kasus COVID-19 di Italia sampai 3,83 persen, lebih tinggi ketimbang persentase di China (3,77 persen) maupun global (3,44 persen).
Empat Negara Yang Terinfeksi
Di samping itu, menurut laporan WHO, ada empat negara yang melaporkan kasus pertama infeksi virus corona baru yakni Bhutan, Kamerun, Serbia, dan Afrika Selatan.
Baca juga : Pasien Kecelakaan Tanpa Identitas Dirawat di RS Erni Medika Jambi
Baca juga : Heboh, Penemuan Mayat di Jambi Bawa Tas Isi Batu Bata
Baca juga : Gara-Gara Bau Duren, Penerbangan Pesawat Ini Ditunda
Baca juga : Tiba-tiba Muncul Perempuan di Jalan, Mobil Pertamina Tabrak Warung
Laporan WHO juga menyebutkan bahwa kasus COVID-19 di luar China paling banyak ada di Korea Selatan (6.284) disusul Italia (3.858), Iran (3.513), Kapal Diamond Princess di perairan Jepang (696), Jerman (534), Prancis (420), Jepang (349), Spanyol (257), Amerika Serikat (148), Inggris (118), dan Singapura (117).
77 Negara Melaporkan Kasus COVID-19
Selain itu ada 77 negara di benua Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika yang melaporkan kasus COVID-19 dengan jumlah total rata-rata di bawah 100 kasus.
Penambahan kasus per 6 Maret paling banyak dilaporkan di Italia (769) disusul Iran (591), Korea Selatan (518), Jerman (272), Prancis (138), Spanyol (59), Jepang (32), Inggris (29), dan Amerika Serikat (19).
Jumlah Kematian Akibat COVID-19
Jumlah kematian akibat COVID-19 paling banyak di luar China dilaporkan di Italia (148) diikuti oleh Iran (107), Korea Selatan (48), Amerika Serikat (10), Jepang (6), Kapal Diamond Princess di Jepang (6), Prancis (6), Spanyol (3), Australia (2), Irak (2), Swis (1), Filipina (1), dan Thailand (1).
Laporan WHO juga menyebutkan, bahwa hingga saat ini 55.468 orang atau lebih, dari 50 persen dari seluruh penderita COVID-19 telah dinyatakan sembuh.
Di Indonesia
Indonesia saat ini, sudah melaporkan empat kasus COVID-19. Empat warga yang dinyatakan terinfeksi virus corona, seluruhnya dirawat di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso Jakarta.
Pemerintah Indonesia, berusaha menelusuri riwayat kontak keempat pasien tersebut, untuk mencegah penyebaran lebih lanjut penyakit tersebut. (*)
Baca juga : Semakin Tak Menentu, Jembatan Akses Antar RT di Tanjabbar Nyaris Ambruk
Baca juga : Oprit Jembatan Penghubung Sudah Retak, Dewan Akan Panggil Dinas PUPR
Baca juga : Cek Ekonomi Pedagang BJ, Dewan Akan Kumpulkan KTP Nya
Baca juga : Polemik Jembatan Sugeng, Dewan Akan Tinjau Proyek 16 Milyar PU di Tanjabbar
