Usai Sholat Isya dan Tahajud, Kiyai Ini Gauli Muridnya Hingga Lemas

BERITA VIRAL – Entah apa yang merasuki Kiyai yang satu ini, usai sholat bukannya bertambah kuat imannya, tetapi Ia malah gauli muridnya sendiri hingga lemas.

Di ketahui aksi Kiyai gauli muridnya hingga lemas ini, di lakukan di dalam pesantren. Bahkan korbannya lebih dari satu orang, dan telah belangsung selama 2 tahun.

Para Santri yang masih remaja tersebut, terpaksa mengikuti kemauan Kiyai yang juga ternyata pimpinan dari pondok pesantren (Ponpes) itu, karena takut padanya.

Baca Juga : Berteman Sejak SMP, Wanita Berstatus Istri Orang Ini Rebut Suami Temannya Sendiri

Melansir dari suara.com, seorang kiyai cabul perkosa santriwati di sebuah pesantren. Pria yang berinisial S itu merupakan seorang pimpinan pondok pesantren.

Kemudian, pemerkosaan tersebut Ia lakukan di dalam pesantren, setelah melakukan sholat Isya dan juga Tahajud.

Selanjutnya, Lokasi pesantren ini di sebuah Kecamatan Ngoro, Jombang. Kini pimpinan Ponpes cabul itu, telah di tangkap atau di amankan oleh pihak berwajib.

Sebagai barang bukti, Polisi menyita pakaian milik santriwati, yang berupa bra atau kutang sert celana dalam (CD).

Hal itu di sampaikan langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, saat rilis kasus tersebut di Mapolres setempat, Senin (15/2/2021).

Lihat Juga : Kabur Saat Digrebek Tidur Dengan Istri Orang, Rohmansah Malah Ditemukan Tewas

“Selain menangkap pelaku, kami juga menyita pakaian dalam milik korban,” ujarnya.

Sementara itu, laporan telah masuk ke Polres Jombang pada 8 dan 9 Februari 2021. Perbuatan cabul dari kiyai berinisial S ini sudah di lakukan di pesantrennya, sejak dua tahun terakhir.

Modusnya, S menghampiri santrinya usai menjalankan salat isya, dan ada juga yang di lakukan setelah tahjud. Lalu melakukan bujuk rayu, agar santri tersebut mau melakukan hubungan suami istri.

Menuruti Kemauannya Karena Takut

Karena takut, santri akhirnya menuruti permintaan dari pimpinan ponpes itu. Menurut Kapolres, santri yang di sasar rata-rata berusia 16 sampai 17 tahun.

Kapolres menduga, korban pencabulan pada santri ini bukan hanya enam orang. Namun, mencapai belasan gadis lainnya.

Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

“Ini masih kami kembangkan. Bagi korban yang belum melapor di silahkan untuk melapor,” kata Agung Setyo Nugroho.

Atas perbuatannya, pimpinan pesantren ini dijerat Pasal l76 e junto Pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2014.

“Ancamannya 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun, serta denda maksimal Rp 5 miliar,” pungkas Kapolres Jombang.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube