Tolak Soal Telantarkan Pasien, Begini Penjelasan Plt Direktur RSRM

JAMBI – Berita terkait penelantaran pasien bernama Pastari di Rumah Sakit Raden Mattaher (RSRM), dibantah Plt Direktur RSRM, Iwan Hendrawan. Sebaliknya, RSRM memberikan pelayanan pada pasien dan tindakan operasi yang kemudian ditolak keluarga pasien.

“Itu pasiennya, pada tanggal 24 masuk dinihari dengan status umum. Dia tidak punya BPJS. Lalu diperiksa, oleh dokternya dibilang harus operasi,” ungkap Iwan menjawab dinamikajambi.com melalui telepon selulernya.

Namun sayangnya, tindakan operasi yang dinilai harus dilakukan mengingat kondisi pasien, ditolak oleh keluarga korban. Keputusan keluarga yang tertuang dalam surat penolakan tindakan dokter, ditandatangani langsung oleh Suhardi.

rujukan

“Tapi tidak kita bilang langsung pulang. Kita rawat selama 5 hari. Setelah kondisinya aman, dia tidak sakit, ya boleh pulang. Cuma, kita sudah ingatkan bahwa kalau ini tidak dioperasi, akan berulang dan kondisinya akan memburuk,” terangnya.

Sebelumnya : Nah.. Pasien Ini Terlantar Dari RS Raden Mattaher. Kondisinya Terus Menurun

Memburuknya kondisi pasien yang diketahui, Iwan mengatakan sudah berkomunikasi dengan keluarga pasien. Ia menawarkan keluarga kembali, untuk operasi Pastari pada sakit usus buntu tersebut.

“Sekarang sudah dibawa ke UGD. Kita persiapan dulu. Kondisinya lagi memburuk, kita tunggu kondisinya membaik dulu. Baru operasi,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.