JAMBI – Sakit dari 2016, seorang anak dibawa ke RS Raden Mattaher. Tolak dibilang positif Covid-19, keluarga di Jambi jemput paksa jenazah dari rumah sakit.
Mulyadi, ayah korban yang tinggal di daerah Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi, menjelaskan bahwa anaknya semalam dibawa ke RS RM. Sang anak IL (6) kala itu dengan gejala demam.
Tiba di IGD di rapid tes dan kemudian dinyatakan positif Covid-19.
“Kita tiba jam 8 malam, di rapid tes hasilnya positif. Kemudian dirawat dan meninggal jam 11 malam. Kemudian pihak rumah sakit minta kubur secara Covid-19,” ujarnya di kamar jenazah RS RM, Selasa (1/9/2020) dilansir Serujambi
Pihak keluarga menolak untuk dikuburkan secara Covid-19, lantaran anaknya hanya di rumah saja.
Selanjutnya, saat minta untuk membawa pulang almarhum ke rumahnya, ditahan oleh pihak rumah sakit.
“Sedangkan semalam kita bawa pulang, ditahan. Pihak rumah sakit bilang akan dikubur secara covid-19, kita menolak dan meminta uji swab,” tambahnya.
Baca Juga : Sadis, Wali Kota Ditembak Mati Usai Tetapkan Lockdown
“Anak saya itu sakit sudah dari 2016, dan gejalanya seperti itu. Anak saya sakit meningitis,” lanjutnya.
Setelah beberapa jam mereka menunggu uji swab keluar. Selama itu, keluarga tidak tahan dan langsung menjemput paksa almarhum di kamar jenazah.
Adu Mulut Saat Keluarga di Jambi Jemput Paksa Jenazah
Sempat terjadi adu mulut dengan pihak rumah sakit saat keluarga membawa jenazah.
Namun, pihak keluarga tetap memaksa untuk membawa almarhum ke rumah duka di daerah RT 13, Kelurahan Rawa Sari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Pihak keluarga pun, membawa almarhum dengan menggunakan motor.
Sekira pukul 10.30 wib keluarga pasien melakukan penjemputan paksa terhadap pasien dan dibawa ke rumah duka dan pihak Rumah Sakit mengeluarkan Surat Tanda Terima Jenazah.
Sementara Gugus Tugas Covid-19 melalui juru bicara, Johansyah mengatakan bahwa hasil uji swab yang keluar pada 11.20 Wib dinyatakan negatif. Gugus tugas berharap agar masyarakat agar mempedomani protokol kesehatan.
“Dan juga bersabar menunggu hasil pemeriksaan uji swab yg bersangkutan. Upaya ini kita lakukan agar penularan covid pada keluarga, tim medis dan tetangga tidak menyebar. Alhamdulillah hasil ujinya negatif,” bilang Johansyah.
