Takut Ramai Pengunjung, Penjual Mie Ini Hapus Warungnya dari Google Maps

BERITA VIRAL – Ada-ada saja ulah penjual mie yang  satu ini, karena takut ramai pengunjung , ia malah menghapus warungnya dari Google Maps. Tak ayal hal ini sontak gegerkan publik.

Betapa tidak,  bukannya senang warung mie nya ramai, ia malah ingin dagangannya sepi. Di mana, penjual mie ini nekat hapus warungnya dari Google Maps.

Seperti yang di lansir dari Suara.com, di ketahui seorang penjual mie punya cara yang bikin geleng kepala untuk menjaga warungnya tetap nyaman bagi para pelanggannya.

Baca Juga : Hendak Beli Pulsa, Bocah 13 tahun Digasak Pria Beristri di Kebun Sawit

Ketika di sambangi seorang YouTuber, Nex Carlos, si pemilik warung memaparkan strategi mencengangkan mengenai kedai mi miliknya.

Pemilik Warung Mie Hapus Dari Google Maps

Sementara itu,  pemilik warung Mie A Hong itu justru memilih untuk menghapus warungnya dari Google Maps.

Jika keberadaan restoran di Google Maps marak di gunakan para pemilik usaha untuk melancarkan bisnis mereka, hal itu justru tak di lihat oleh pemilik Mie A Hong.

Nex Carlos mengaku kebingungan saat mencari warung Mie A Hong yang terletak di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara itu.

Lihat Juga : Tak Tahan Dilecehkan Sang Guru Selama 3 Tahun, Siswi SMP Ini Lapor ke Polisi

“Ini tempatnya enggak ada di Google Maps, jadi agak susah juga nyarinya. Mobil sih bisa lewat tapi parkirnya agak susah ya, mesti jauhan dikir. Warungnya juga enggak gede, kayak bedeng gitu,” kata Nex Carlos.

Ia lantas mengadukan keluhannya tersebut kepada si pemilik warung.

“Saya cari ini di Google susah cari,” kata Nex Carlos.

Tak di sangka, ternyata pemilik warung itu memang sengaja menghapus titik warungnya di peta digital buatan Google tersebut.

“Iya enggak ada. Tempo hari ada, tapi di hapus lagi,” jawab si pemilik warung.

“Kok di hapus?” tanya Nex Carlos lagi.

“Biar enggak terlalu ramai, pusing,” jawab pemilik warung dengan mantap.

Lihat Lainnya : Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil di Sarolangun Nyungsep ke Semak-Semak

Ia mengaku lebih nyaman jika warungnya tak terlalu ramai karena usianya yang menua.

“Ramai juga buat apa, secukupnya aja. Kan udah tua,” jelas si pemilik warung yang sudah berjualan sejak 40 tahun lalu tersebut.

Sementara itu, ia mengaku baru memindahkan warung jualan mie ayam, kwetiau dan beragam sajian Chinese Food halal itu ke tempat tersebut sejak 15 tahun lalu.

Sumber : Suara.com

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page