Tak sanggup menahan, dan dilecehkan sang guru selama 3 tahun, siswa SMP ini laporkan perkara tersebut ke polisi.

Tak Tahan Dilecehkan Sang Guru Selama 3 Tahun, Siswi SMP Ini Lapor ke Polisi

Berita Viral Hukrim Nasional

BERITA VIRAL – Tak sanggup menahan, dan dilecehkan sang guru selama 3 tahun, siswa SMP ini laporkan perkara tersebut ke polisi.

Awalnya, ia yang di hantui rasa takut terus mengikuti saat dilecehkan guru selama 3 tahun. Bahkan ia sempat di bawa ke hotel, dan ruang kelas.

Sebelumnya, seorang guru SMP di Kabupaten Blitar di laporkan ke polisi oleh siswinya kelas IX. Korban melaporkan BM setelah tak tahan sering di lecehkan, selama hampir tiga tahun bersekolah.

Baca juga : Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Kirim Video Syur Ke Sang Suami

Mirisnya, kejadian pelecehan itu di lakukan berulang di kelas termasuk di ruang kepala sekolah. Korban saat ini tengah dalam pendampingan oleh orang tua, serta dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Di maan yang selanjutnya di singkat (P2TP2A), untuk proses penyelidikan.

“Menurut keterangan korban, persetubuhan di lakukan sejak korban masih kelas satu (VII). Dan sekarang korban sudah kelas tiga (IX),” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Blitar, Ipda Linartiwi kepada Suarajatim.id, Selasa (29/12/2020).

Pengakuan Korban Kepada Polisi

Pengakuan korban kepada polisi, BM ini memberi iming-iming prestasi yang cerah. Hal ini karena korban merupakan atlet volley, dan basket di sekolahnya. Untuk memuluskan hasrat nafsunya, korban juga di intimidasi.

Karena takut terhadap Sang Guru, korban terpaksa menuruti hasrat BM. Ia awalnya juga belum berani bercerita, karena takut ketahuan banyak orang.

Total sudah sembilan kali korban di rogol. Di mana, peristiwa pertama di lakukan di ruang kelas. Kemudian di ulangi di lokasi berbeda, mulai di Ruang Kepala Sekolah, rumah BM. Dan di rumah orang tuanya, serta di hotel.

Meski sudah di laporkan, lanjut Linar, kasus ini masih bersifat aduan dan belum bisa naik menjadi Laporan Polisi (LP). Pasalnya ada sejumlah kendala yang di hadapi polisi, di antaranya terkait alat bukti.

“Karena hasil visum dan alat buktinya itu kurang cukup, untuk di naikkan jadi LP. Sebelum naik LP, akan kita lakukan gelar perkara. Sekarang statusnya masih lidik, nanti kalau sidik kami update,” ujar Linar.

“Untuk saksi kasus ini minim sekal, tapi korban sudah curhat ke temannya. Korban mengakui. Karena dia yang laporan,” sambungnya.

Ipda Linar Tiwi mengajak para orang tua, untuk memberikan kesibukan kepada anak demi menghindari terjadinya kenakalan remaja. Bahkan hingga kekerasan seksual.

Selain persetubuhan, beberapa kenakalan remaja yang cukup sering di keluhkan oleh orang tua belakangan ini, ialah anak yang tak pulang. Kondisi sekolah dari rumah, membuat anak seperti lepas begitu saja.

Pulang Sudah Kemalaman

Biasanya anak yang tak pulang beralasan takut, karena waktu pulang sudah kemalaman. Serta mabuk-mabukan, dan main bersama teman lawan jenisnya.

“Karena kita tidak selamanya akan memeluk anak. Jadi berikan kesibukan yang positif. Bantu dengan reward and punishment. Jadi jangan hanya di marahi saja, tetapi berikan apresiasi kalau anak melakukan. Misalnya tindakan di siplin. Ini akan memacu anak,” pungkasnya.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus persetubuhan anak di bawah umur, di wilayah hukum Polres Blitar. Dari rekap rilis sepanjang 2020 terdapat 16 kasus persetubuhan, di bawah umur yang sudah di ungkap.

Selain itu, ada juga 6 kasus pencabulan, serta KDRT, pembunuhan terhadap bayi. Dan aborsi dengan jumlah masing-masing 1 kasus.

“Yang mana kasus persetubuhan ini, meningkat cukup drastis. Mungkin karena adanya covid-19. Sehingga mereka orang-orang ini ndak pernah keluar akhirnya khilaf,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

 

Sumbersuara.com