BERITA JAMBI – Tergolong masih muda, Organisasi pegiat seni Kaligrafi di Jambi mulai berkembang pesat. Sebut saja Perkumpulan Kaligrafi dan Zukhrufah Indonesia atau akrab di kenal Perkazi, menjadi wadah para seniman ini di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Terbentuk sejak 2016 secara nasional, Perkazi telah banyak menorehkan karya di tingkat nasional. Jarang di temukan, seni lukis asal Turki ini mulai di geluti di Provinsi Jambi.
Tak hanya memiliki nilai estetika semata, namun memiliki pesan tersendiri. Sebab, dalam ukiran sebuah kaligrafi terkandung ayat Islami maupun pesan moril di dalamnya.
Baca Juga : Kilang Minyak Balongan Meledak, Berikut Fakta Serta Kerugian Dari Pertamina Indramayu
Seperti yang di katakan oleh Aan Hardi Nata, Ketua Harian Perkazi Jambi. Pria kelahiran Batang Hari ini menuturkan, Kaligrafi merupakan jalan dakwah melalui seni.
“Sebenarnya ini bagian dari dakwah dengan alam tanpa harus berbicara. Kita bisa menyebarkan pesan kebaikan melalui lukisan. Nah, pesan itu bisa tahan puluhan bahkan ratusan tahun,” ungkap Aan.
Pun, Ia juga membeberkan saat ini masih di temui seni Kaligrafi yang tahan ratusan tahun, berada di Turki. Kemudian, juga organisasi Pegiat seni Kaligrafi di Jambi pun turut berkembang.
Mulai di Minati Banyak Negara
Pria lulusan S2 Pendidikan Islam UIN STS Jambi ini juga menjelaskan, bahwa saat seni Kaligrafi telah banyak di minati negara Eropa.
Sementara di ketahui, pusat perkembangannya berada di Turki dan Arab. Sebagai bentuk kebudayaan Timur Tengah dalam menyiarkan nilai-nilai kebaikan Islam.
Berita Lainnya : Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Pasangan Suami Istri Baru Menikah 6 Bulan
Lantas, atas hal itu, Ia berasumsi sebagai lulusan Pondok Pesantren dirinya memiliki tanggung jawab moril dalam berdakwa melalui seni.
“Jadi saat ini, bangsa-bangsa Eropa udah mulai mengerjakan Kaligrafi. Nah sementara kita saat ini belum terlalu masif. Karena itulah Perkazi ini jadi wadah berproses pegiat kaligrafi,” tambahnya.
Pernah Kontes di Papua
Lama mengeyam pendidikan Pondok Pesantren, ternyata hal menjadi salah satu alasan Pengurus MTQ Jambi ini tertarik menjadi Pegiat Kaligrafi.
Pun, Aan mengaku terinspirasi oleh Gurunya sewaktu di ponpes. Lantas, atas hal itulah yang menghantarkannya beberapa kali mengikuti kejuaraan Seni Kaligrafi dalam skala nasional. Tak tanggung-tanggung, pernah membawa nama Provinsi Jambi ke Tanah Papua.
“Dulu tertarik sama Guru saya di ponpes. Terus semakin di geluti semakin banyak hikmahnya. Pernah itu saya bawa nama Jambi kontes di Papua,” jelasnya.
Lihat Juga Video : Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan Indramayu, Terdengar Ledakan
Terakhir, Ia juga berpesan pada Pemuda Jambi agar dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. Sebab baginya, bergabung dalam Perkazi selain mengembangkan potensi diri. Hal ini dapat juga sebagai Dakwah dalam menebarkan nilai-nilai Islami.
Sementara di ketahui, Perkazi Provinsi Jambi dipimpin langsung oleh Ketua Umum Akmaluddin, Anggota DPRD Provinsi Jambi.(Tr01)
