SAROLANGUN – Kunjungan kerja ke Kecamatan Air Hitam, Bupati Sarolangun Cek Endra dan Wakil Bupati Hillalatil Badri beserta rombongan mengunjungi Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Selasa (13/02). Beragam harapan dituangkan SAD pada pertemuan yang berlangsung pukul 14.30 Wib, Di Balai Batetemuon SAD Kartika.
Bupati mengatakan, Pemkab sarolangun akan terus berupaya maksimal dalam memberikan bantuan kepada warga SAD di Kecamatan Air Hitam. Ia mengaku akan memberikan lahan perumahan dan pertanian serta memberikan fasilitas pendidikan dan kesehatan serta ketersediaan air bersih.
“Saya minta semua anak-anak kamu sekolah semua. mudah-mudahan dengan kita sering bertemu disini dapat berkah dari Allah SWT, amin,” kata Cek Endra.
Ia juga menjelaskan, ke depan rencana bantuan pemerintah pusat oleh Presiden RI, Joko Widodo, memberikan bantuan lahan seluas 2400 hektar juga akan kembali diusulkan.
Salah seorang perwakilan SAD, mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas kunjungan Bupati serta rombongan, dan menyampaikan keseriusan Pemkab Sarolangun untuk memperhatikan masyarakat SAD.
“Sebenarnya anak anak didorong kedepan untuk nyekolahkan anak anak kito, jadi bapak bapak semua. Tapi bapak semua mereka hanya minta pertanian dan perkebunan, dan kami tunggu dari Presiden,” katanya.
Kemudian Sulimah warga SAD lainnya juga meminta kepada Bupati Sarolangun Cek Endra untuk mengembalikan tanah adat warga SAD. “Awak mohon minta tolong urus tanah adat kami, lain lain kami dak butuh. Kemano mano boleh kami cari air bersih, itu baelah permintaan kami. Kami kecik ati orang jawa ado kebagian, kami idak,” sebut Sulimah, salah seorang Ibu.
Hal senada juga disampaikan oleh Aprizal, juga warga SAD lainnya. Ia mengeluhkan warga SAD yang belum memiliki sumber penghasilan, sehingga banyak yang harus mencari makan ke dalam hutan dan berpindah tempat.
“Kok kami anak Suku Anak Dalam pribumi tidak dapat apo apo, tapi sumber kehidupan kami itulah yang kami tunggu tunggu dari pemerintah. Jadi kalau orang tuonyo cari makan kesana kemari, tentu anaknya ikut jugo dan akhirnya anaknya tidak sekolah,” sebutnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati menegaskan Pemkab Sarolangun saat ini berupaya maksimal dalam memikirkan warga SAD di wilayah ini. Namun, ia meminta warga SAD untuk bersabar dan tidak mudah terhasut dengan oknum yang memiliki kepentingan tertentu.
“Tidak ada kepentingan apa apa, kami tulus mau bantu kami. Apakah nanti bertani atau berjualan, itu maksud kami. Dan Tanah lahan adat dari Pak Presiden Jokowi kami tetap perjuangkan, hanya saja saat ini belum berhasil, “jelasnya.
Sementara Kadis TPHP, Joko Susilo, mengatakan soal bantuan lahan yang diusulkan ke Presiden awalnya diminta 2600 hektar, di zona khusus di Wilayah Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Tapi pihak TNBD tidak bisa mengizinkan, karena ada beberapa hal yang harus diurus selaku persyaratannya.
“Salah satu hasil pertemuan dengan pak Jokowi itu adalah gedung ini dan jalan setapak ini. Dan terkait zonasi yang ditentukan itu, bapak bapak akan bisa bertani disitu, tapi kita masih menunggu surat dari Menteri,” jelasnya.
Bukan hanya itu, Babinsa Tamrin juga menjelaskan dalam pertemuan tersebut, memberikan pemahaman kepada warga SAD, agar kedepannya lebih bersabar dalam menunggu apa yang diharapkan oleh warga SAD.
Akhirnya pembawa acara yang disampaikan oleh Kades Bukit Suban, Mujito menutup pertemuan tersebut setelah Warga SAD menyampaikan aspirasi yang sudah dicatat dan didengar langsung oleh Bupati Wakil bupati hillalatil Badri beserta rombongan yang hadir. (Ajk)
