IDUL FITRI 1445 H tepat pada tanggal 10 April 2024 dilaksanakan serentak oleh umat muslim di Indonesia. Pada tahun ini juga NU dan Muhammadiyah merayakan hari Raya bersama, kekompokan ini yang semoga selalu terjaga dalam bingkai keharmonisan umat muslim di Indonesia.
Dalam pandangan Islam, Idul Fitri memiliki makna kembali suci setelah melalui masa menahan lapar, haus, emosi, amarah, melatih kesabaran selama satu bulan penuh lamanya. Pada sisi lain Ramadhan bertujuan agar manusia bertaqwa kepada Allah SWT seperti didalam QS 2 ayat 183, bahwa manusia di wajibkan berpuasa agar mencapai titik ketaqwaan kepada sang pencipta Allah SWT. Kemudian jika dilihat dari QS 3 ayat 133-134 sebagai definisi taqwa, dengan ciri sebagai berikut :
1. selalu memohon ampunan Allah SWT
2. selalu bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit
3. selalu menahan amarah atau emosi
4. selalu mema’af kan kesalahan orang lain
5. selalu berbuat kebajikan atau berbuat baik
Jika ditarik makna dan korelasi ayat ali imran 133 hingga 134 bahwa taqwa merupakan bagaimana manusia bersikap dan menjaga hubungan kepada Allah SWT Habluminnallah sebagai poin pertama kemudian 4 poin berikutnya bagaimana manusia menjaga hubungan baik kepada sesama manusia Habluminnas.
Ramadhan sebagai media manusia melatih dan mempertajam hubungan baik kepada Allah SWT dan hubungan baik yang kemudian melahirkan sikap saling peduli kepada sesama manusia.
Makna menahan lapar selama 14 jam lebih setiap harinya selama satu bulan agar manusia juga merasakan betapa perihnya saudara kita saat tidak memiliki makanan, terhimpit ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari berupa makan. Hal ini diharapkan mampu menjadikan manusia bukan hanya memindahkan jam makan dari pukul 4 subuh menjadi makan di waktu maghrib, namun mampu berbagi, bersedekah, berinfaq pada sebagian harta yang dimiliki.
Suara sendok yang beradu dengan piring di waktu maghrib akan menyayat hati dan perasaan tetangga kita yang tidak mampu membeli makan, memenuhi kebutuhan pokok tersebut oleh karenanya Ramadhan mengajarkan manusia untuk berbagai saling peduli sesama manusia bersedekah baik diwaktu lapang maupun sempit.
Bulan puasa juga mengajarkan manusia menahan amarah dan emosi bukan saja menahan lapar dan haus. Makna terdalam dari jin dan syetan yang dikurung dan diikat selama bulan Ramadhan adalah dengan mengikat sifat Iblis yang bersarang pada diri manusia, yang selalu membisikkan kepada hal negatif, seperti berbuat nahi dan munkar, perbuatan keji, mengumpat hingga mencaci maki dan lain sebagainya.
Berdasarkan ciri manusia bertaqwa yang merupakan tujuan dari puasa pada poin ke 3 adalah menahan amarah dan emosi maka dari itu puasa sebagai media belajar selama satu bulan yang diharapkan mampu diimplementasikan selama 11 bulan kedepan.
Selain menahan amarah penghujung bulan Ramadhan juga sebagai media belajar manusia untuk mema’afkan keasalahan orang lain baik yang disengaja ataupun tidak desengaja. Biasa akrab dengan sebutan Minal Aidin Wal Faidzin maaflkan lahir dan bathin yang biasa juga diucapkan pada 1 syawal sebagai hari Raya Idul Fitri, kembali fitri adalah dengan melepaskan semua kegelisahan dan kebencian, amarah bekepanjangan, dendam dan lain sebagainya pada hati terdalam manusia kepada manusia lainnya.
Hal ini mengajarkan manusia untuk mampu selalu fitrah setiap harinya, selalu mema’afkan kesalahan setiap waktunya, bukan hanya dilakukan satu tahun satu kali. Bulan Ramadhan mengajarkan manusia untuk tidak menyimpan dendam dan menjadi manusia yang selalu berdamai dengan keadaan dan manusia sekitar.
Poin terpenting dalam kehidupan yang diajarkan pada Ramadhan adalah bulan puasa sebagai pembimbing manusia untuk lebih peduli kepada sesama manusia. Bersedekah diwaktu lapang maupun sempit melahirkan perbuatan baik kepada sesama manusia.
Kemuliaan Allah SWT yang merupakan Dzat tertinggi di Alam Semesta memerintahkan manusia agar peka terhadap sesama manusia, dengan anjuran sebanyak empat kali untuk selalu menjaga hubungan baik antar sesama manusia (Habluminnnas) yang pada akhirnya agar manusia mampu menerapkan sifat Allah SWT Ar-Rahman dan Ar-Rahim (kasih dan sayang) terhadap sesama manusia.
Maka dari itu kesimpulan pada tulisan ini adalah agar manusia selalu sadar dan ingat bahwa Ramadhan mengajarkan manusia agar menjadi manusia yang Bertaqwa kepada Allah SWT, dengan ciri manusia taqwa mampu menerapkan rasa peduli, kasih dan sayang kepada sesama manusia. Jika manusia mampu diposisi itu dipastikan bahwa Habluminallah nya pasti juga terjaga.
Karena mampu melangkah pada anak tangga ketaqwaan kedua harus melewati anak tangga pertama berupa menerima dan mendapatkan ampunan dan maghfiroh dari Allah SWT.
Idul Fitri merupakan euforia kemenangan dari puncak kesadaran manusia itu sendiri, sebagai makna tertinggi dari kembali kepada fitrahnya manusia, yaitu manusia paripurna wujud dari sifat keilahiyan Allah SWT.
Oleh : Imam Haromain
Mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Fatah
