BANGKO – Bertajuk event kejurnas, balapan motor cross, Grasstrack di sirkuit Komplek Stikes Bangko, Merangin justru sepi dari penonton. Ajang olahraga yang di hadiri perwakilan Kementrian Pemuda dan Olahraga itu, dinilai kental nuansa politis ketimbang sportifitas dari sebuah perlombaan.
Sirkuit tanah merah ini tampak di hadiri segelintir masyarakat Merangin. Malah bisa di bilang pula, kehadiran pedagang makanan dan minuman lebih banyak dari masyarakat.
Keramaian kemudian di tambah dengan rombongan Tracker yang di lengkapi tim dan mekaniknya.
“Miris sekali. Event nasional kok sepi,” celetuk salah satu penonton.
Sementara sepinya event kejurnas grasstrack di Merangin juga di nilai lantaran kepentingan politik di balik event olahraga yang di gelar Handayani, yang tak lain anggota DPR RI. Kehadiran mantan Bupati Nalim, semakin menambah nuansa politis.
Hal ini terlihat pula dari baliho Bupati Merangin periode 2008-2013 itu di beberapa titik sirkuit. Sementara hal senada di sampaikan warga lainnya.
Baca Juga : Kejurnas Dayung 2019 Ditutup, Provinsi Jambi Keluar Sebagai Juara Umum
“Seharusnya ranah olahraga jangan di kotori dengan politik. Nilai sportifitas pun kito ragukan kalau kek ini. Tapi begitulah, tanpa politik, tidak ada perlombaan,” seru Rena (25) warga Bangko pada awak media.
Kata Rena, sepinya penonton bukan juga karena nuansa politik itu. Mahalnya harga tiket masuk, juga menjadi alasan yang di sampaikan pekerja swasta itu.
Lihat Juga Video : Viral Pria Ngamuk Bawa Samurai, Kebal Ditembak Polisi
“Tiketnyo yang mahal. Apolagi dengan kondisi sekarang. Yang datang, yang hobi bae. Kalau soal politik itu, kuranglah.” pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (Red)
