BERITA PENDIDIKAN – Guna menggali potensi Budidaya Maggot dan jiwa kewirausahaan, Organisasi Kemahasiswaan Peternak Milenial (Pertil) Universitas Jambi gelar diskusi, Senin (15/11/2021). Bertempat, di Gedung Fakultas Pertenakan Unja Mendalo.
Tampaknya peluang usaha di sektor peternakan, mulai santer bagi kalangan milenial. Apalagi, saat ini di ketahui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) turut menyasar sektor tersebut. Potensi Budidaya Maggot.
Baca juga : 3 Hari Pasca Didemo Mahasiswa, Berikut Perkembangan Terbaru Angkutan Batubara Jambi
Tak ayal, hal ini mengundang curahan pikiran dari para Mahasiswa, yang tergabung dalam Organisasi Kemahasiswaan Peternak Milenial Universitas Jambi.
Aldi Dwitara, salah satu pencetus OK Pertil menuturkan, pihaknya sengaja mengangkat tema ‘Kenapa Berkuliah di Fakultas Peternakan’. Dengan tema tersebut, di harapkan mampu menggali potensi dari mahasiswa. Apalagi, bilangnya, sektor peternakan memiliki peluang usaha yang menggiurkan.
Selain memiliki nilai ekonomi, peluang usaha peternakan juga memiliki proses yang tak ruwet. Salah satu contoh, budidaya ayam kampung super dan maggot.
“Melalui diskusi ini, kita coba eksplore peluang usaha peternakan. Contoh, yang paling memungkinkan budidaya ayam kampung super. Masa panen 3 sampai 4 bulan, tak begitu memakan lahan yang luas. Satu lagi, budidaya maggot mulai mencuat,” ungkap Aldi Dwitara, yang juga menggeluti budidaya ayam kampung super.
Maggot
Melihat hal tersebut, OK Pertil sengaja mendatangkan para pemateri yang handal di bidangnya. Diantaranya, Sabilulmardha, Teknisi Laboratorium Analisis Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Lalu, beberapa mahasiswa lainnya yang bergelut di dunia wirausaha sektor peternakan.
Diantaranya, Agave Saragih, salah satu mahasiswa yang memiliki usaha budidaya maggot menjelaskan, budidaya maggot terkesan ramah lingkungan. Betapa tidak, budidaya tersebut berbahan dasar sampah organik sayur-sayuran.
“Jadi, budidaya maggot ini menggunakan sampah organik. Kandungan protein maggot, di nilai tinggi. Maka tidak heran, saat ini peternak ikan menggunakan pakan maggot. Dari segi ekonomis, lebih efisien dari pakan pabrikan,” ungkapnya, usai memaparkan materi diskusi.
