Lapak Kacang Rebus Terbakar, Nenek 70 Tahun di Jambi Termenung, Cucu Menjerit

BERITA JAMBI – Kisah pilu nenek yang diperkirakan usia 70 tahun penjual kacang rebus di Jambi, lapak tempatnya mengais rezeki ludes terbakar dilahap si jago merah. Melihat lapaknya terbakar, nenek hanya termenung berpangku tangan, Senin (18/07/2022) malam.

Kejadian tersebut bertempat di Jl Kampung Bugis, Kenali Besar, Alam Barajo Kota Jambi. Kobaran api tampak melahap sebuah tungku berukuran 2 meter, tempat menghidang kacang rebus.

Salah satu pengendara yang melintas menuturkan, kobaran api berasal dari tungku pemanas kacang rebus. Tampak para warga, berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Kami tadi lewat, apinya masih kecil, kirain api biasa bukan kebakaran. Sekali lewat lagi mau pulang, ternyata apinya semakin besar,” ungkap warga.

Menyayat Hati: Nenek Termenung, Sang Cucu Teriak

Saat itu, nenek bertepatan telah pulang untuk beristirahat di kediamannya. Sementara, jarak dari lapak menuju rumah, berkisar 200 meter. Sehingga, Ia tak mengetahui lapak tempatnya mengais rezeki tersebut, telah ludes terbakar.

Melihat kobaran api, warga setempat mendatangi rumah nenek tersebut. Sontak, nenek mendapati lapak tempatnya menggais rezeki itu. Ia ditemani oleh 2 orang cucunya, yang diperkirakan usia 10 tahun. Melihat lapak sang nenek ludes, jauh berjalan si cucu berjalan berteriak.

“Ya Allah nenek, tempat kita terbakar habis,” teriak cucu, berlari menuju lapak.

Seraya termenung, nenek di Jambi itu mendapati meja yang terbuat dari kayu, beralaskan karpet usang tempat atau lapak jualan jagung itu hanya tinggal puing. Dengan nada pasrah, Ia mengatakan, tak mengetahui penyebab lapaknya terbakar.

“Daktau, tadi nenek turun ke rumah pas maghrib. Tadi abis 3 canting kacang, nenek balik,” ungkapnya.

“Tadi nenek balik, seingat nenek kompor sudah mati,” timpalnya.

Usia Senja

Meski di usia senja, tak menyurutkan langkahnya untuk mengais rezeki. Tuntutan hidup di perkotaan, menjadikan dirinya tangguh, meski tenaga mulai berkurang.

Dalam satu harinya, Ia mampu menjual 2 hingga 3 kilogram kacang rebus. Memulai aktivitas berjualan dari pukul 15.00 WIB hingga maghrib, kadang kala jauh dari target.

Baca Juga : Kisah Yanto, Banting Setir Dari Manajer Demi Buka Warung Pindang di Jambi

“Sehari bisa 2 atau 3 kilo, jadilah nak untuk nambah-nambah beli kebutuhan dapur. Kadang kalau hujan, nenek tidak jualan,” tukasnya.

Begitu dalam rasa sayang antara nenek dan cucu, tergambar oleh kisahnya. Sebagian dari hasil jualan, kadangkala disisihkan untuk uang jajan sang cucu. Ia termenung, berpasrah diri, gusar, esok hari tak bisa menjual kacang rebus.

“Tidak tau nenek, bagaimana besok mau jualan.” tutup sang nenek, dengan nada lembut.

(Rpa)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube