Kisah Yanto, Banting Setir Dari Manajer Demi Buka Warung Pindang di Jambi

BERITA BISNIS – Rela hengkang sebagai manajer resto ternama di Indonesia dengan gaji yang fantastis, pria paruh baya ini banting setir buka warung Pindang di Jambi.

Memiliki pekerjaan yang mapan dan bekerja keliling daerah, bagi kebanyakan orang adalah sebuah sesuatu yang di nanti-nanti. Berbeda dengan Yanto, salah satu warga Kota Jambi yang kini menggeluti usaha kuliner.

Benar saja, Pria paruh baya tersebut rela berhenti sebagai Manajer Area, di salah satu Resto ternama di Indonesia, demi buka warung Pindang di Jambi.

Baca juga : Penuhi Kebutuhan ‘Cemilan’, Gubernur Jambi Lepas Ekspor Pinang ke Saudi Arabia

“Saya, belasan tahun bekerja sebagai Manajer Resto. Gakpapa, sebut saja namanya KFC di Jakarta, dan terakhir di Bengkulu. Saya pulang ke Jambi, sempat sebagai Konsultan Kuliner. Ya udah, saya dirikan rumah makan ini,” jelasnya, Rabu (22/09/2021) lalu.

Mempertahankan Identitas Kuliner Tradisional

Seperti di ketahui, Pindang merupakan makanan tradisional Jambi. Sebuah makanan berat, olahan ikan air tawar seperti, Ikan Baung, Ikan Patin hingga Ikan Toman, di sajikan dalam bentuk kuah. Tentunya, Pindang banyak di minati oleh para pecinta kuliner. Lantas, apa yang menjadi alasan Yanto hengkang dari pekerjaannya semula?

Bukan tanpa alasan, bilangnya, sebelum memutuskan berhenti dari tempat bekerjanya. Ia mengamati, di Kota Jambi hanya beberapa Rumah Makan yang menyediakan Pindang.

Tak ayal, muncul kekhawatirannya makanan tradional tersebut akan hilang, bila tak dilestarikan.

“Nah, mirisnya 9 tahun yang lalu, cuman beberapa yang punya menu Pindang. Nah, kita yang merupakan warga asli Jambi, enggak memberdayakan Pindang. Jadi, saya bangun ini sebagai melestarikan makan tradisional,” tambahnya.

30 Kilo Ikan Per Minggu

Lebih lanjut, Pria kelahiran Kota Jambi ini menuturkan, usaha yang berdiri sejak 9 tahun silam itu mampu menghabiskan 30 kilo ikan per minggu.

Yang mana, varian menu Pindang tersebut terdapat beberapa jenis ikan. Diantaranya, Ikan Patin, Ikan Baung dan Ikan Toman. Akan tetapi, sejauh ini menu yang paling minati adalah Pindang Baung.

Berita lain : Dihadiri Gubernur, PTPN VI Jambi Gelar Gerakan Nasional Vaksinasi

“Kalau saya amati, dulu Pindang Tulang yang ramai di minati. Tapi, belakangan ini yang ramai itu Ikan Baung. Perminggu, kita bisa habiskan 30 sampai 40 kilo.” tutupnya.

Untuk diketahui, warung pindang tersebut berdiri di Jl. Arif Rahman Hakim Telanai Pura. Sementara, per porsinya di banderol dengan harga 35 ribu rupiah. (Tr01)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube