BATANGHARI – Rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Talang Umo Tinggal menuai sorotan. Usai surat terbuka yang dilayangkan Herianto, pembangunan yang menelan anggaran Rp 8 Miliar itu menimbulkan banyak pertanyaan warga.
Sebelumnya untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Batanghari menganggarkan pembangunan RTH di Talang Umo, tepat di seberang Pendopo Rumah Dinas Bupati Batanghari.
Terkait hal ini Usman Yusup, Ketua LSM Kompihtal angkat bicara. Bilangnya saat disambangi dikediamannya di hutan lindung Muaro Bulian, Usman mempertanyakan pertimbangan DPR dan Bappeda menyetujui usulan tersebut.
“Apa pertimbangan pihak DPR menyetujui usulan anggaran tersebut? Dan Bapeda apa dasar kajian perencanaannya sehingga membuat usulan Pembangunan RTH tersebut? tanya Usman pada DinamikaJambi.com, Sabtu (23/2).
Secara logika, lanjutnya, RTH itu di prioritaskan atau diwajibkan umumnya pada daerah atau kota yang tingkat polusi udaranya cukup tinggi. Sementara di Batanghari, masih dikelilingi hutan. Sehingga, RTH belum begitu diperlukan.
“Kami khawatir terselip suatu kepentingan dalam rencana anggaran tersebut. Kalau bisa, cukup sudah yang telah berlalu berapa puluh milyar uang rakyat di gunakan terbuang percuma tanpa manfaat. Contoh waterboom menghabiskan dana Rp 23 milyar tapi apa yang terjadi, kita semua bisa lihat semenjak di bangun tahun 2012 sampai saat ini jangankan menambah PAD, bangunan yang adapun sekarang sudah hancur mulai dari pagar, atap dan sarana lainnya udah habis di gondol maling,” paparnya.

Begitu juga arena MTQ setelah di gunakan untuk kegiatan MTQ cuma sepekan, setelah itu di biarkan terbengkalai. Padahal, sambung Usman, dana yang di gunakan milyaran rupiah untuk rehab dan membangun sarana MTQ tersebut.
“Kalau bisa alangkah baiknya jika sarana yang ada di kelola dan di kembangkan. Kalau sekedar lokasi joging trek dan jalur sepeda di arena MTQ kami rasa sudah lebih dari cukup,” katanya.
“Lebih baik pemerintah mendengarkan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan utama penghubung antar desa yang kini banyak hancur jelas azas manfaatnya untuk masyarakat,” pungkas Usman.
Sementara itu, berbagai macam pendapat didapatkan wartawan media online ini dari masyarakat. Ada yang setuju, dan ada pula yang tak setuju seperti yang disampaikan Deni yang mengaku warga Durian Luncuk, Batin XXIV.
“Merasa kurang setuju karena banyak hal lain yang lebih penting di bangun dari pada hal itu,” katanya.
Pendapat berbeda di sampaikan warga lainya yakni Puspita warga Kelurahan Teratai.
“Setuju setuju aja dengan dasar pertimbangan dari pada bakal lokasi RTH di bangun itu di biarkan di tumbuhi semak belukar,” katanya.(Ali Kucir)
