JAMBI – Masyarakat dari Desa Pemunduran dan Desa Sipin Teluk Duren menduduki halaman kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jambi, Senin (10/5) siang. Kantor yang terletak di kawasan Telanai Pura itu jadi tempat massa yang protes soal lahan.
“Permasalahan ini sudah berulang kali kita sampaikan. Namun tidak pernah selesai. BPN menjadi ujung tombak penyelesaian masalah ini,” sebut perwakilan warga pada pertemuan bersama BPN.
Mereka diterima Kepala Bidang, Anthoni Tarigan dan staf. Permasalahan pada lahan yang tersangkut dengan PT Sapta Tama Nusa Pertiwi disampaikan Antoni untuk ditindaklanjuti. Dia bilang, perusahaan akan dilibatkan untuk penyelesaian. Direncanakan pada 19 Mei mendatang, perusahaan dan masyarakat dari Kelompok Tani Yakin Makmur dari Kecamatan Kumpeh Ulu ini akan difasilitasi BPN.
Febri Timoer, perwakilan masyarakat saat menjawab media menyebutkan ada wanprestasi perusahaan. Namun, ini tidak ada penyelesaian pada masyarakat.
Puluhan tahun, sambung Febri, lahan yang berkisar ribuan hektar itu tidak digarap alias terbengkalai. Sebaliknya, lahan yang tidak digarap itu diklaim Febri digarap perusahaan.
“Perusahaan merasa memiliki. Sekarang, masyarakat minta lahan itu,” katanya.
Dia juga menyebutkan, bila ada keganjilan dalam pengusaan lahan itu. Dari jumlah 1900 ha, lalu turun menjadi 1600 ha setelah pengukuran. Namun mendadak, jumlah lahan menjadi seluas 7229 ha.
Massa sempat bertahan saat hujan turun. Selain tenda yang dibawa, mereka juga membawa perbekalan dan peralatan memasak.
