Warga Gruduk Kantor Desa Aur Berduri, Ini Tuntutannya

MERANGIN – Terkait tingkah Kepala Desa Aur Berduri, Nalo Tantan, dalam pengelolaan dana desa (DD) yang diduga tidak transparan, dan hanya mementingkan kepentingan pribadi. Akhirnya menimbulkan aksi unjuk rasa warga setempat di kantor Desa Aur Berduri, Senin (1/10).

Dalam unjuk rasa ini, mereka meminta Kades Aur Berduri Rifyawan turun dari jabatannya.

Adapun keluhan lainya, yakni sebagai berikut :

  1. Dugaan pemalsuan tanda tangan oleh Kades dalam penyelesaian SPJ (surat pertanggung jawaban) tahun 2016.
  2. Memilih perangkat desa tidak sesuai Peraturan Daerah (Perda) Merangin.
  3. Pekerja fisik diambil dari luar desa.
  4. Pelaksanaan fisik dana desa tidak transparan.
Saat warga aksi bertemu camat

Diketahui, warga mendatangi kantor desa Aur Berduri adalah untuk melakukan penyegelan. Karena Rifyawan tidak ditemukan, akhirnya dilanjutkan ke kantor Bupati Merangin. Namun, ditengah perjalanan dihalangi Camat Nalo Tantan beserta jajarannya, dan melakukan mediasi.

Lihat Juga :Klik Disini

Dalam mediasi tersebut, warga menguraikan semua yang menjadi keluh kesahnya. Alhasil, Camat menerima tuntutan mereka, ia berjanji akan menyampaikannya kepada Kades yang bersangkutan.

Berita Terkait : Kades Aur Berduri Diduga Palsukan Tandatangan, Kasusnya Dari 2016

Seperti yang dikatakan korlap Agus, warga sangat mengharapkan Rifyawan secepatnya diturunkan dari jabatannya.

“Dari sekian banyaknya keluhan dari masyarakat, kami menuntut Kepala Desa Aur Berduri diturunkan dari jabatannya,” paparnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Rifyawan belum bisa dikonfirmasi. Informasi beredar beliau menghilang karena mengetahui akan didemo. (Tr05)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page