SUNGAI PENUH – Sebagai langkah serius dalam menangani wabah virus corona saat ini, Walikota Sungai Penuh tinjau Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 RS Bakri, Kamis (29/07/2021).
Seperti di ketahui, Penanganan Covid 19 tetap menjadi perhatian utama Walikota Ahmadi Zubir, bersama jajaran Pemkot Sungai Penuh.
Baca juga : Gubernur Jambi: Aparat Penegak Hukum Awasi Dana PEN dan Penanganan Covid-19
Walikota Ahmadi Zubir bersama Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto, S.Hi, M.Si, tinjau fasilitas isolasi sementara Covid-19 Rumah Sakit H Bakri Sungai Penuh.
Pada kesempatan tersebut Wako Ahmadi bersama Ketua DPRD Provinsi, berkeliling mengecek kondisi rumah sakit. Dan berdialog bersama direktur dan manajemen RS H. Bakri terkait kesiapan RS Bakri, dalam menerima pasien yang terpapar Covid-19.
Di hadapan direktur rumah sakit H.Bakri, Wako Ahmadi meminta agar setiap pasien Covid-19, yang masuk harus terlayani.
“Kita tidak mau ada yang tidak terlayani,” ujar Wako Ahmadi.
Bahkan Wako Ahmadi meminta agar Puskesmas rawat inap, juga harus disiagakan sebagai alternatif lokasi isolasi pasien Covid-19. Manakala kasus terkonfirmasi terus bertambah.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Edi Purwanto menyarankan agar RS H Bakri di usulkan sebagai RS rujukan Covid 19. Untuk wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, agar segala fasilitas bisa tersedia lebih lengkap.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Direktur RS H Bakri , dr Yuliani, mengatakan, saat ini RS H. Bakri hanya bisa menerima pasien Covid-19, dengan gejala ringan karena fasilitas yang tersedia belum memadai.
RS H Bakri memiliki kapasitas sekitar 50 tempat tidur, bagi pasien Covid 19 untuk isolasi sementara. (Hms/Jul)
