BERITA JAMBI – Beredar informasi soal pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota Jambi yang beredar, Walikota Jambi, Syarif Fasha angkat bicara.
Hal ini di sampaikannya, saat di konfirmasi Dinamikajambi.com pada Rabu (18/08/2021).
Baca juga : Penyekatan Kota Jambi Beredar, Ini Titik Sekat PPKM 18-23 Agustus
Sebelumnya, beredar informasi soal pengetatan PPKM di kota Jambi, kini mendapat titik terang dari Walikota Jambi.
Informasi sebelumnya penerapan penyekatan di beberapa titik wilayah Kota Jambi, bakal di mulai pada 18 Agustus.
Menanggapi hal tersebut, Fasha mengatakan atas pertimbangan pengemasan bantuan sembako pada masyarakat, masih dalam tahap penyelesaian.
Sebagaimana di ketahui sebelumnya, sebagian bantuan tersebut di peroleh dari Pemerintah Provinsi Jambi.
“Pengetatan, kita lakukan 4 atau 5 hari ke depan,” ungkapnya, Rabu (18/08/2021).
Bantuan Sosial
Lebih lanjut, Walikota yang juga Ketua DPW Partai NasDem ini menambahkan, beberapa sektor usaha non-esensial bakal ditutup selama pengetatan PPKM.
Lantas, guna memberi keringanan bagi masyarakat selama pengetatan, Pemkot bakal beri stimulan bantuan sosial.
“Insya Allah, hari ini saya mendampingi Pak Gubernur, sesuai dengan janjinya memberikan bantuan sosial pada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, pada penerapan pengetatan mendatang, beberapa sektor usaha akan di tutup sementara.
Adapun sektor tersebut, masuk dalam kategori non esensial. Misalnya, sektor perdagangan yang bukan menyediakan kebutuhan mendesak masyarakat.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Tak ayal, bagi pekerja sektor usaha non-esensial akan di rumahkan sementara dan mendapat bantuan sosial secara serentak. Pun, sejauh ini Pemkot telah mendata calon penerima bansos tersebut.
“Usulan kami, sekitar 30 ribu Kepala Keluarga yang di berikan. Termasuk juga, karyawan-karyawan usaha yang di tutup sementara,” tutupnya. (Tr01)
