VIRAL – Baru-baru ini, instansi kepolisan dibuat heboh. Pasalnya, diduga lakukan pelecehan atau remes-remes istri polisi, Wakapolres ini dicopot dari jabatannya.
Kasus dugaan pelecehan yang dilakukan Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Takalar, Kompol N terhadap salah satu perempuan berinisial PAK beberapa waktu lalu. Hingga kini masih didalami Polda Sulsel.
Akibat perbuatannya yang lecehkan atau remes-remes istri polisi N, Wakapolres ini pun telah dicopot dari jabatannya, sebagai Wakapolres Takalar.
Baca juga : Gaji Juri Tak Dibayar Kemenag Jambi, DPD AMTI : Kalau Tak Punya Dana Gak Usah Buat Acara
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, alasan dilakukan mutasi adalah untuk mempermudah proses pemeriksaan.
“Masih diperiksa. Iya, mutasi untuk memudahkan pemeriksaannya,” kata Ibrahim kepada SuaraSulsel, melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/10/202) dilansir dari Suara.com.
Ibrahim menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima. Dimana korban berinisial PAK yang melaporkan kejadian itu, diketahui merupakan istri salah satu anggota polisi.
“Baru informasi awalnya korban istri siri (polisi). Informasi awalnya seperti itu. Sebenarnya itu juga kita mau cek dengan ini kebenarannya,” jelas Ibrahim.
Ia juga mengatakan, kasus pelecehan tersebut memang telah diproses di Propam Polda Sulsel.
Hanya saja, ia belum mau berasumsi terkait kebenaran peristiwa itu. Termasuk memberikan keterangan terkait bentuk-bentuk pelecehan, yang dilakukan N kepada korban.
Alasannya, karena kasus pelecehan yang dilaporkan korban, sampai saat ini keterangan yang didapatkan Polda Sulsel masih dari satu pihak saja.
“Sementara kita juga tidak boleh berasumsi, walaupun laporannya dan keterangannya demikian. Otomatis tetap kita lakukan pendalaman-pendalaman terkait fakta sebenarnya. Nanti kalau sudah ada kematangan dari hasil pemeriksaan semua, baru kita berikan,” kata dia.
Selanjutnya, dirinya juga menerangkan berdasarkan rangkaian awal laporan korban, kejadian itu terjadi saat PAK hendak membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Takalar. Namun, karena mendapat sebuah kendala, korban kemudian menghubungi N.
Korban Masuk ke Ruangan Wakapolres
Setelah menghubungi N, korban akhirnya masuk ke ruangan Wakapolres Takalar seorang diri. Di ruangan itulah, korban diduga mendapat tindakan pelecehan dari N.
Meski begitu, Ibrahim belum mau memberikan komentar lebih lanjut terkait fakta-fakta kebenaran peristiwa itu. Apalagi, saat kejadian tidak ada satu orang pun yang menyaksikan tindakan pelecehan, yang dilakukan N kepada korban.
“Itulah petunjuk-petunjuk yang ada. Yang bisa diketahui dulu. Makanya kita lakukan pendalaman karena yang bersangkutan yang mendatangi Wakapolres,” katanya.
“Itu masalahnya karena mereka cuma berdua di ruangan. Makanya kita juga tidak mau berasumsi dengan bahasanya itu. Walaupun keterangnya begitu kan,” sambungnya.
Lihat juga video : Instagram Aksi Ricuh Mahasiswa di Jambi
Sementara itu, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel Kombes Agoeng Kurniawan juga membenarkan, perihal pencopotan jabatan Wakapolres Takalar tersebut. Bahkan, kini N telah pindah tugas.
Berdasarkan surat telegram Kapolda Sulsel, Nomor STR/740/X/2020 diketahui Wakapolres Takalar, Kompol N telah diberhentikan dari jabatannya. Dan kini diangkat dalam jabatan baru, yaitu sebagai Pamen Yanma Polda Sulsel.
“TR sudah ada. Dipindahkan,” bilangnya.
“Sudah selesai berkas, tinggal tunggu proses sidang aja. Kita belum tahu (sidangnya), kita masih minta saran pendapat hukum. Secepatnya,” ujarnya.
