Rela Jual Cincin Istri Demi Selamatkan Sepakbola Merangin

OLAHRAGA – 3 tahun tanpa ada anggaran, olahraga di Merangin penuh tantangan. Beruntung masih ada yang peduli, rela jual cincin demi selamatkan Sepakbola Merangin.

Begitulah realita insan olahraga di Bumi Tali Undang Tambang Teliti dalam beberapa tahun terakhir. Entah bagaimana, KONI Merangin tak ada anggaran.

Sebelumnya, PERBASI sempat berutang untuk akomodasi tim saat berlaga di Batanghari. Pengurus sampai rela jual handphone untuk kebutuhan tim kala itu.

Nah tak kalah mirisnya, perjuangan tim sepakbola Merangin.

Baca Juga : Demi Juara, Pengurus Perbasi Merangin Rela Jual Hape

Pada event Pra Porprov lalu, pengurus sampai jual cincin istri dan berutang puluhan juta.

“Saat itu, bawa tim ke Tanjab Barat, pakai dana pribadi,” kata Taufiq yang kini menjabat Wakil Ketua Asprov Jambi.

Taufiq sendiri, telah mengurusi sepakbola lebih dari 10 tahun dari kabupaten, dan kini di Asprov Jambi.

Cabang Olahraga (Cabor) ini, menelan anggaran besar lantaran membawa 24 pemain. Belum lagi pelatih dan official.

“Kalau bawa tim sepakbola, kalau ngak pegang uang 100 juta, jangan bawa tim kalau kelas kabupaten,” katanya.

Sudahlah biaya yang besar, cabor populer ini tak mendapatkan anggaran sebagaimana mestinya. Bayangkan, biaya sebesar itu dibebani kepada pengurus.

“Tidak dibantu anggaran. Karena di KONI tidak anggaran waktu itu. Porprov tidak jadi,” katanya.

Saat event 2019 itu, anggota DPRD Merangin ini ingat bagaimana Ia harus menjual cincin istri dan berutang 30 juta. Saat itu, even berlangsung di Tanjabbar.

“Waktu itu kalau tidak salah alasannya, anggaran Pra Porprov tidak ada. Logika kita berpikir, kalau kita tidak ikut Pra Porprov berarti tim kita tidak lolos. Mau tidak mau, kita ikut untuk selamatkan sepakbola,” katanya.

Lantas, bagaimana pembayaran biaya itu? Taufik merelakannya.

KONI 3 Tahun Tanpa Anggaran

Kondisi KONI Merangin, membuat prihatin politisi PAN ini. Ia tentu khawatir, bagaimana sulitnya berjuang saat tak ada anggaran.

3 tahun tanpa anggaran, saat Porprov 2023 nanti pemerintah rencanannya mengalokasikan anggaran Rp 450 juta.

Padahal, saat 2018 lalu dengan anggaran Rp 2,8 Milyar saja Merangin berada di juru kunci. Apalagi dengan anggaran Rp 450 juta.

“Sangat memprihatinkan. Tidak mungkin bicara prestasi dengan anggaran segitu,” katanya.

Ia telah mendorong, agar anggaran pemerintah teralokasikan ke KONI. Meski memang ekonomi tengah sulit, namun even ini membawa nama Merangin.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube