Demi Juara, Pengurus Perbasi Merangin Rela Jual Hape

OLAHRAGA – Bak cinta bertepuk sebelah tangan, begitulah nasib basket di Merangin dengan pemerintah. Penuh perjuangan, sampai rela jual hape demi laga, pengorbanan Perbasi Merangin tak kunjung jadi perhatian.

Begitulah sekilas perjalanan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Merangin saat berbincang dengan DinamikaJambi.com pekan ini.

Bagaimana mereka membangun, membina bibit muda dan menjadi juara. Bagaimana mereka berlatih tanpa bantuan pemerintah, pun tanpa ada tempat latihan yang layak.

“Minimnya dukungan pemerintah daerah, dalam hal ini Disparpora. Kito seperti berjuang sendiri untuk olahraga ini. Mulai pencarian dana, cari mobil, pengurusan ijin atlet ke sekolah atau orang tua,” ungkap Rudi Ermanto, Wakil Ketua II Bidang SDM.

Ahmad Zakky Yamani, Wakil Ketua I Bidang Organisasi dan Legal turut mengaminkan. Bilangnya, setelah pemerintah, vakumnya KONI turut menambah beratnya perjuangan mereka.

Namun keduanya bersyukur, lantaran pengurus saat ini terbilang kompak. Pengurus bekerja sama, bahu membahu membesarkan Perbasi khususnya olahraga basket di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

“Alhamdulilah, 2 tahun ini terasa lebih ringan karena pengurusnya kompak,” kata Rudi.

Ia kemudian bercerita perjuangan Perbasi pada Kejurda 2015 silam. Kala itu, Ia membawa 2 tim basket putra dan putri yang terancam kelaparan.

Perbasi Merangin Jual Hape

Hal itu karena biaya yang minim, tapi demi nama besar Merangin, Cabang Olahraga (Cabor) nekat ikut berlaga.

“Waktu itu ada uang 3,5 juta, itu belum isi minyak. Akhirnya saya dan Ketua Perbasi saat itu bang Badri Husin menghadap bupati,” katanya.

Oleh bupati, berjanji akan turun ke Batanghari setelah pulang dari Jakarta. Nah kemudian, mereka berangkat dengan modal Rp 1,2 juta setelah biaya transportasi dan sewa penginapan.

Dengan uang minim ini, ternyata bupati belum juga tiba ke Batanghari. Tim basket yang terus melaju babak demi babak, membuat uang makan semakin menipis.

Pengurus kemudian menghubungi Ketua Perbasi yang saat itu merupakan anggota DPRD Merangin. Badri mengutus wakilnya berikut uang darinya serta sumbangan dari dewan lain.

“Waktu itu dari NasDem, PDIP. Ada 4 dewan menyerahkan pada kami. Ternyata belum cukup juga,” ungkapnya.

Biaya makan dan minum 2 tim basket serta official itu mendapatkan bantuan dari KONI.

“Tapi ternyata belum cukup juga, karena kita sampai selesai. Apalagi tim putri saat itu masuk ke final. Lawan Kota Jambi, kita dapat perak (Juara II),” katanya.

Karena uang semakin menipis, sementara mereka perlu biaya terlebih untuk makan.

“Apa yang ada, itulah yang dijual,” katanya.

Baca Juga : Perbasi Merangin Rutin Juara, Tapi 6 Tahun Tanpa Bantuan Pemerintah

Ternyata, pengurus saat itu rela menjual handphone mereka. Tak ada pilihan lain, demi nama Merangin dan 30 orang yang berjuang.

“Untuk menyelamatkan tim ini agar sampai ke final. Siapa yang berkenan jual, silahkan,” ungkapnya.

Lalu, siapa pengurus yang menjual alat komunikasi mereka saat itu? Rudi tak menyebutkan nama, tapi memastikan banyak handphone yang terjual.

“Banyaklah. Kalau 1 handphone, tidak mungkinlah cukup. Adalah beberapa hape yang terjual,” katanya.

Dalam 6 tahun terakhir, Perbasi nyaris tanpa bantuan dari pemerintah serta sarana prasarana. Seolah terabaikan, Perbasi berjuang sendiri mengharumkan nama Merangin.

Lihat saja, bagaimana Perbasi membuat Merangin menjadi barometer basket di Jambi dengan sejumlah prestasi.

Selain 2015, Merangin berhasil menjuarai Gubernur Cup Basketball 2018. Pada 2019, merebut juara ketiga di Kejurprov. Kemudian Meraih Juara Basket dengan meraih Emas di Popda Provinsi Jambi pada Mei 2022.

Terakhir, Merangin merebut juara pertama basket dalam Kejurprov KU 15-16 Tahun ini.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page