BERITA JAMBI – Menjelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, Pimpinan DPRD Provinsi Jambi minta Pemprov pastikan stok minyak goreng aman.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza wanti Pemerintah Provinsi pastikan pasokan sembako aman.
Terkait dengan fenomena langkahnya pasokan minyak goreng, Faisal menuturkan, Pemerintah Provinsi Jambi mesti mengambil langkah strategis.
Mengingat, bilangnya, selain kebutuhan pokok masyarakat, pasokan minyak goreng saat bulan suci Ramadhan sangat diperlukan. Untuk itu, guna terjaminnya pasokan tersedia, Ia meminta Pemprov gencar lakukan operasi pasar dan pantau stok minyak goreng.
“Pemerintah Provinsi Jambi melalui dinas terkait, mesti aktif operasi pasar. Memantau kondisi di lapangan, ketersediaan stok dan harganya,” tegasnya, Jumat (18/03/2022).
HET Dicabut
Di samping itu, belum lama ini Pemerintah secara resmi mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng. Yang mana, pada awal Februari lalu, HET minyak goreng curah seharga Rp 13.500 per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan sederhana, Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp 14.000 per liter.
Di mana, mengacu dari kebijakan pencabutan HET tersebut, harga minyak goreng akan mengikuti situasi pasar. Politisi Partai Gerindra ini meminta Pemprov Jambi mengantisipasi harga melambung tinggi.
“Misalnya, stoknya berkurang menjelang puasa dan lebaran ini, karena mekanisme pasar berpotensi harga melambung,” tambahnya.
Baca Juga : Harga Minyak Goreng Hari Ini, Tak Lagi Subsidi?
Berita Video : Minyak Goreng Langka, Waka DPRD Merangin Curiga Ada Penimbunan
Atas hal itu, sambungnya, selain aktif melakukan operasi pasar, Pemprov juga melibatkan produsen minyak goreng untuk mengatasi hal tersebut.
“Artinya, harus aktif operasi dan sidak pasar. Kemudian, ini juga harus melibatkan produsen-produsen, untuk mengatasi seksama. Lagi-lagi, ini mengikuti mekanisme pasar, suply demand. Kalau stok tidak ada, harga otomatis naik.” tutupnya.
(Tr01)
