MUARO JAMBI – Karawitan adalah warisan kebudayaan leluhur yang telah mampu bertahan berabad-abad dengan mengalami perubahan dan perkembangan sampai mencapai bentuknya sekarang ini. Mereka dikenal dan didukung oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, memiliki corak dan sifat yang khas dan bermutu tinggi sehingga dapat disebut sebagai salah satu kebudayaan nasional.
Daya tahannya yang luar biasa membuktikan bahwa terdapat fungsi dan peranan dalam kehidupan budaya masyarakat. Fungsi dan peranan keduanya itu sejak terciptanya dan sepanjang perjalanan hidupnya tidaklah tetap dan tergantung pada kebutuhan, tuntunan serta penggarapan masyarakat pendukungnya.
Dimana pun kesenian merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan. Kesenian juga selalu mempunyai peranan tertentu di dalam masyarakat yang menjadi ajangnya. Demikianlah pula di Provinsi Jambi lebih tepatnya Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Hal inilah yang didapatkan Dinamikajambi.com dari desa yang berbatasan dengan Sumatera Selatan itu. Selain melestarikan budaya tersebut, pagelaran seni Karawitan digunakan pula untuk mempererat persatuan Desa Mingkung Jaya.
“Yang jelas, jangan diasumsikan tahun baru kok di rame-ramekan jangan begitu. Semua bermunajad terhadap Allah SWT, bahwa semoga ditahun baru yang kita akan hadapi ini tentu menjadi yang lebih baik,” ungkap Girah, Kepala Desa Mingkung Jaya (31/12/17) dibincangi awak media.
Disela sela perbincangan itu, Kades menjelaskan berkumpulnya masyarakat setempat pada malam pergantian tahun. “Kita kumpulkan masyarakat untuk reoni lek-lek an (begadang bersama) sambil melestarikan kesenian budaya bangsa, untuk di Kecamatan Sungai Gelam kesenian Karawitan cuma ada di Desa Mingkung Jaya,” ujar Girah.
Di malam pagelaran kesenian itu tampak hadir juga Ketua Lembaga Adat Desa Mingkung Jaya. Tak mau kehilangan informasi, dinamikajami.com langsung temui Suyono selaku Ketua Lembaga Adat, beliau pun mengatakan peranan Karawitan.
“Kesenian Karawitan ini salah satu seni yang bisa menyatukan masyarakat khususnya masyarakat Desa Mingling Jaya. Karawitan tersebut bisa mewadahi semua arena masyarakat yang berbeda suku, agama, dan perbedaan lainnya”, ungkap Suyono Ketua Lembaga Adat. (Win)
