JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi terus melakukan pembenahan untuk mendorong pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Pembenahan tersebut meliputi pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang ada, salah satunya dengan membangun sekolah-sekolah baru untuk menampung siswa.
Kepala Diknas Pendidikan Provinsi Jambi, H Agus Hermanto mengatakan, ada 4 sekolah baru yang dibangun selama tahun 2017. Keempat sekolah tersebut merupakan Sekolah tingkat Menengah Atas (SMA).
Dikatakan Agus, ada 4 kabupaten yang mendapat bagian dibangun SMA baru sepanjang tahun 2017, yakni Kabupaten Sarolangun, Tebo dan Merlung, Tanjung Jabung Barat.
“Yang dekat dengan kota (Jambi,red) itu di Muaro Jambi tepatnya di Pondok Meja dekat SPN. Kita bangun disitu, upaya kita untuk memecahkan konsentrasi anak-anak yang tinggal di daerah kenali untuk masuk ke SMA 8. Karena SMA 8 sudah sangat padat,” kata Agus saat ditemui Dinamika Jambi diruang kerjanya.
Lebih lanjut disampaikan Agus, Pembangunan keempat SMA tersebut pendanaannya bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Alhamdulillah pusat membantu dana. Kita menyiapkan lahan,” ungkapnya.
Selain membangun sekolah-sekolah baru, bilang Agus, pihaknya juga akan melakukan perbaikan terhadap sarana belajar di sekolah-sekolah yang sudah ada.
“Ada sekolah-sekolah yang memang harus direvitalisasi. Untuk kota, kita upayakan minimal 2 sekolah direvitalisasi, kita upayakan ditahun 2018,” terangnya.
Lebih lanjut, Agus menuturkan kesemuanya itu adalah upaya diknas pendidikan Provinsi Jambi untuk mendukung program pemerintah wajib belajar 12 tahun.
Diakui, Agus sarana yang disediakan oleh pemerintah untuk mensukseskan program tersebut, memang masih belum terpenuhi. Sehingga, harus ada anak-anak di Provinsi Jambi yang terpaksa harus melanjutkan di sekolah-sekolah swasta.
“Kita upayakan untuk memenuhi, itu pun belum terpenuhi. Pengeluaran kita sekitar 11 ribu setiap tahun sementara kapasitas kita hanya 5500,” sebut Agus.(Tem).
Redaksi : Dalam berita tertulis 2018. Sebenarnya 2017
