BERITA TANJABBAR – Polemik yang terjadi antara Pemkab Tanjabbar dan pedagan yang enggan pindah ke pasar rakyat parit 1 hingga saat ini masih berlangsung.
Niat Pemkab Tanjabbar untuk menertibkan para pedagang dari pasar lama ke pasar rakyat yang baru, belum berjalan mulus sesuai dengan rencana.
Sejumlah pedagang menolak berjualan di pasar rakyat yang baru di bangun Pemkab ini. Dengan alasan lapak terlalu kecil dan tidak layak di tempati. Serta, menyulitkan para pedagang untuk berjualan.
Menanggapi hal ini Kadis Diskoperindag Tanjabbar Syafriwan menyebutkan bahwa, keenganan pedagang untuk menempati pasar rakyat yang baru dengan alasan tidak layak dan lapak terlalu kecil. Menurutnya itu sudah sesuai ukuran standar dibangun oleh Pemkab.
Baca Juga : Bangunan Pasar Rakyat di Tanjabbar, Menuai Polemik Antara Pedagang dan Pemkab
” Kalau yang di bangun pemerintah untuk standar pasar tradisional 1,3 kali 2 meter setengah.” Kata Syafriwan.
Ia mengakui jika pasar rakyat yang baru ini saat ini masih kosong belum di tempati oleh pedagang.
” Kalau pedagang mau lapang, mau lebih besar, ya rumah sendiri,” tegasnya.
Kata dia, Pemkab Tanjabbar membangun pasar rakyat tersebut jumlah lapak mencukupi di peruntukkan untuk pedagang di pasar yang lama dan siap di tempati, kecuali ada pedagang baru.
Berita Lainnya : Viral, Pemilik Kebun Potong Kaki Pencuri Kelapa Sawit di Bangko, Riau
” Kita bangun hampir seratus lapak. Selama ini kan pedagang yang dari luar, yang Ingin berjualan tidak kita kasih kesempatan mereka untuk masuk. Kecuali, pedagang pasar lama yang kita daftarkan.” ungkapnya.
Pemkab Tanjabbar Prioritaskan Pasar Rakyat Untuk Pedagang Lama
Ia dengan tegas menyatakan, apabila pedagang masih tetap mau berjualan di pasar yang lama dan engan pindah ke pasar rakyat yang baru, kata dia jangan salah Pemkab apabila di isi sama pedagang dari luar.
” Kita akan ganti, kalau memang tidak mau kita akan ganti sama pedagang baru yang punya minat dan punya tekad untuk benar-benar berdagang di pasar rakyat parit 1,” sebutnya.
Lihat Juga : Update Gempa di Sulawesi, Hancurkan Kantor Gubernur Hingga Telan Korban Jiwa
” Yang jelas, nantinya kita persilahkan masuk bagi pedagang dari luar baik itu pedagang dari Jambi. Begitu pedagang dari luar masuk, jangan sampai ada komplain atau pun menyalahkan saya.” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa, pemkab sejauh ini telah berusaha dengan mengimbau pedagang untuk pindah. Selain itu di katakan Syafriwan, Pemkab telah memberikan kesempatan selama 1 tahun lebih.
” Kita telah memberikan kesempatan, mereka (pedagang) untuk menempati pasar rakyat yang baru. Namun, sejumlah pedagang tetap bertahan. Alasan nya di pasar yang lama meresa lebih enak pembeli lebih mudah untuk berbelanja di atas kendaraan,” ujarnya.
Lihat Video : Bupati dan Kapolres Panen Ikan di Desa Keranggan, Kecamatan Sekernan
“Itu sebenarnya bukan alasan. Karena, mereka kan sudah kita ajak runding. Malah sudah beberapa kali ketemuan saya dengan mereka, di ruang pola kantor bupati.” Pungkasnya. (hry)
