Meski telah di resmikan oleh Bupati, keberadaan bangunan baru pasar rakyat di parit 1 Kuala Tungkal, masih menjadi polemik antar pedagang dan juga Pemkab Tanjabbar.

Bangunan Pasar Rakyat di Tanjabbar, Menuai Polemik Antara Pedagang dan Pemkab

Berita Jambi

BERITA TANJABBAR – Meski telah di resmikan oleh Bupati, keberadaan bangunan baru pasar rakyat di parit 1 Kuala Tungkal, masih menjadi polemik antar pedagang dan juga Pemkab Tanjabbar.

Walaupun telah selesai di bangun setahun lalu dan telah di resmikan, namun pedagang sampai saat ini masih enggan untuk menempatinya dengan bermacam alasan.

Penolakan pedagang untuk menepati pasar rakyat tersebut pun, bukan tanpa alasan. Para pedagang menilai bentuk lapak di bangun Pemkab yang akan di gunakan untuk berjualan, di anggap tidak sesuai dan sangat kecil.

Baca Juga : Dirancang Ahmad Ripin, Bupati Masnah Wujudkan Sekaligus Resmikan Pasar Sengeti

Jauh hari salah satu pengelolah Pasar Parit 1 Kuala Tungkal menyebutkan bahwa, sejumlah pedagang enggan menempati bangunan pasar yang baru tersebut.  Lantaran lapak yang di sediakan di dalam gedung tersebut sangat kecil, sehingga menyulitkan para pedagang untuk berjualan.

“Ini pasar tidak layak, lihat lapaknya kecil. Tujuannya bagus memang, buat gedung pasar baru, tapi secara detailnya itu tidak layak. Tidak sesuai lah dengan lapak yang biasanya di gunakan pedagang, jadi tidak mau pedagang pindah ke sana,” ungkapnya.

Munculnya Polemik Antara Pedagang Dan Pemkab

Ia mengatakan bahwa, polemik ini mulai muncul lantaran ada sejumlah masyarakat yang memanfaatkan tempat di Jalan nasional parit 1 Kuala Tungkal untuk berjualan. Sehingga sejumlah pembeli yang biasanya belanja ke Pasar Parit 1 Kuala Tungkal beralih membeli jualan pedagang di Jalan nasional parit 1.

“Awalnya iya dikit-dikit yang jualan di sana, kemudian pembeli juga beralih ke sana. Di pasar ini (parit 1) makin sepi, nah pedagang kita berangsur-angsur juga pindah jualan ke jalan sana. Itu rumah warga yang kemudian di jadikan lapak-lapak,” Sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa, kondisi pindahnya pedagang berjualan ke Jalan nasional parit 1 tersebut membuat kondisi Pasar Parit 1 sepi dari pedagang. Sehingga menyebabkan, lapak-lapak di gedung lama Pasar Parit 1 Kuala Tungkal terbengkalai.

“Nah sekarang sepi lah di sini, kebanyakan pedagang sudah pindah ke sana( jalan nasional),” ujarnya.

Di sisi lain, dengan kondisi tersebut, kata Jauhari, Ia menyesalkan tidak adanya sikap tegas dari pemerintah dalam menertibkan pedagang yang berjualan di Jalan Nasional Parit 1 Kuala Tungkal. Kata dia, jika pemerintah bersikap tegas saja, maka Pasar Parit 1 Kuala Tungkal bisa ramai seperti dahulu.

“Sekarang gini, yang di namakan pasar rakyat itu seperti apa? Apa di jalanan seperti itu di katakan pasar? Itu jalan umum kan, nah ini di biarkan seperti itu. Jadi apa gunanya di bangun ini, kalau yang sebetulnya bukan pasar di biarkan berjualan,” Tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa, terkait hal ini perlunya ketegasan pemerintah, bagaimana menertibkan yang bukan pasar. Kembalikan pedagang untuk berjualan yang di sebut pasar yaitu pasar parit 1,” timpalnya.

Lihat Juga Video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

Ia juga berharap dengan adanya Bupati baru nantinya dapat menertibkan sejumlah pasar. Sehingga di harapkan pasar yang telah ada dan tempat yang sebenarnya pasar dapat kembali beroperasi sebagaimana peruntukannya.

“Kita berharap lah Bupati baru nanti seperti apa kan. Kita berharapnya bisa tertibkan ini, jadi bangunan semacam ini tidak sia-sia. Apalagi retribusi pasar kan untuk pemkab juga, kalau yang di sana (jalan nasional) apa ada retribusinya? Kan tidak, balik-balik kan untuk PAD Pemkab,” tutupnya. (hry)