Pasca Dirumahkan, Pengrajin Kayu di Jambi Banting Stir Hingga Ngojek Pun Digarap

BERITA BISNIS – Pasca di rumahkan atau di istrirahatkan dari tempat kerjanya di kawasan Broni Kota Jambi, Momon pria asal Jawa sang pengrajin kayu di Jambi ini banting stir hingga ngojek sambilan.

Seperti di ketahui, sejak di landa wabah Covid-19 Bulan Maret 2020 lalu, banyak perusahaan di Provinsi Jambi tergerus pendapatannya. Merumahkan karyawan hingga melakukan PHK terhadap tenaga kerja pun di lakukan, guna menyelamatkan tempat usahanya dari bangkrut.

Baca juga : Sukses Diusia Muda, Begini Kisah Siti Aisyah, Perempuan Suku Banjar di Jambi

Hal seperti ini, tidak sedikit di lakukan perusahaan, kios, swalayan hingga cafe-cafe yang ada di Provinsi Jambi.

Situasi ini pun terus berlanjut, sehingga tidak sedikit masyarakat di Provinsi Jambi menjadi pengangguran. Dampaknya, perekonomian mereka pun tergerus karena tidak adanya pemasukan.

Tak ayal, berbagai upaya pun di lakukan oleh masyarakat di Provinsi Jambi, agar dapat bertahan hidup di tengah wabah Covid-19 ini.

Sebagaimana yang dirasakan pria yang kerap di sapa Momon ini, pasca di rumahkan dari tempat kerjanya. Ia pun  terpaksa banting stir cari kerja kesana kemari, agar dapat bertahan hidup.

“Iya kan tempat kito kerjo tu sepi sejak covid ni, jadi kan kalau sepi apa yang nak di gaji. Makonyo kami di rumahkan dulu,” ungkapnya menggunakan bahasa daerah, Senin (15/03/2021).

Karyawan CV Sinar Yusida

Pria yang memiliki skil menyulap kayu jadi barang jadi ini, bekerja di CV Sinar Yusida, tempat usaha yang membuat lemari, meja kursi dan lainnya.

Di tempat momon kerja ini juga, sering mendapat pesanan dari sekolah, kantor. Namun, sejak di landa Covid-19 yang pesan menjadi berkurang. Apalagi, tidak ada kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Tak ayal, usaha perabot rumah tangga, sekolah dan perkantoran ini pun terpaksa merumahkan sebagian karyawan nya.

“Biasanya kami tu terima pesanan banyak, kayak dari sekolah kantor. Kadang perorangan juga bisa, untuk hantaran dan sebagainya. Tapi akhir-akhir ini sepi,” bilangnya.

Oleh karena itu, pasca di rumahkan Momon sang pengrajin kayu di Jambi ini pun banting stir cari kerja. Bahkan kadang-kadang Ia juga ngojek sambilan.

Lihat juga video : Grebek Pabrik Air Mineral, WIGO PT Afresh Indonesia

“Kadang di rumah gak ada kerjaan, cari kerja sana sini. Kadang juga ngojek sambilan, kalau ada penumpang. Jadilah buat beli minyak dengan rokok,” bebernya.

Untuk itu, Ia berharap keadaan ini bisa normal kembali dan perusahaan bisa merekrut tenaga kerja lagi. Sehingga, karyawan yang di rumahkan atau di PHK, dapat bekerja kembali.

Bilangnya, selain kerja di gempat orang dan ngojek sampingan tidak ada yang bisa Dia lakukan. Skilnya menyulap kayu jadi barang jadi, tak dapat di manfaatkan.

Ia mengaku dulu pernah mencoba buka usaha sendiri, namun lagi-lagi kekurangan modal membuatnya menyerah. Hal serupa pun terjadi saat ini, ketika keinginannya tidak bisa dilakukan, karena keterbatasan materi.

“Mau buka sendiri di rumah gak ada modal. Tempatnya juga gak punya, kalau di rumah masuk lorong. Ya begitu lah,” tukasnya.  (Nrs)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube