JAMBI – Pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto terkait 30 persen warga Jambi kekurangan gizi, Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan permintaan maaf. Kekeliruan tersebut, tidaklah harus terjadi.
Hal ini disampaikan Ali Mochtar Ngabalin saat dibincangi Dinamikajambi.com, pekan ini. Kepala Kantor Staf Kepresidenan itu, memohon maaf pada warga Jambi yang tersinggung pada pernyataan Prabowo saat memberikan kuliah umum di Abadi Convention Center, Kota Jambi.
“Saya mewakili, siapa saja yang membuat statemen yang mengecewakan rakyat di Jambi, saya menyampaikan permohonan maaf untuk dan atas nama, orang yang keliru. Biarlah aku yang menerima kekeliruan ini,” bilang Ngabalin.
Berita Terkait : Prabowo Bikin Tersinggung Warga Jambi
“Orang Jambi saja tertawa terbahak-bahak, dengan statemen Prabowo bilang, orang Jambi 30 persen mengalami kekurangan gizi,” sambung pria lulusan Fakultas Komunikasi dan Dakwah IAIN Makassar.
Bilang Ngabalin, pemimpin itu, pernyataannya menjadi titah. Kalau pemimpin ngomong berantakan, tanpa sumber, data dan fakta, tak patut ditiru.
Berita Terkait : Bantah Prabowo, Dinas Kesehatan : Bukan 30 Persen
Masih dikatakan mantan politisi PBB ini, pemimpin haruslah berbicara sesuai data dan fakta. Statistik dan angka terkait sesuatu hal. Terlebih, pada soal kekurangan gizi ini.
Berita Lainnya : Alamakkk.. Habis Obat Batuk, Popok Bayi Diduga Jadi Oplosan Minuman
“Tadi di Bandara, saya juga ditanya. Pak, bagaimana ini. Saya bilang, kalau bapak tanya capaian-capaian pemerintah, saya mengerti. Tapi kalau bapak tanya capaian-capaian hoax yang keluar dari orang dan datanya dari sumber orang pesimis, wah saya gak tau. Indonesia bisa bubar 1930,” katanya. (Win)
