TANJABBAR – Dari Mulai bulan Januari hingga Agustus 2020 kemarin, ada sebanyak 208 kasus DBD ditemukan di Kabupaten Tanjabbar.
Seperti diketahui, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) merupakan Kabupaten endemik Demam Berdarah Dongue (DBD). Bahkan setiap tahunnya wilayah pesisir pulau Sumatera ini, selalu menjadi langganan kasus DBD.
Baca juga : Program Berkaca Bupati Muaro Jambi, Lahir Dari Keprihatinan Belajar Daring
Tak ayal, dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Tanjabbar, menyebutkan bahwa Januari hingga 24 Agustus 2020, terdapat 208 kasus DBD.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Arida Santi Oren melalui Ermadayanti, Kasi Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar.
Ia menyebutkan, bahwa angka perbulan untuk kasus DBD di Kabupaten Tanjabbar tahun 2020 Fluktuasi.
Namun, angka paling tinggi terkait DBD di Tanjabbar, terjadi pada Januari dengan jumlah 87 kasus.
“Januari itu paling banyak sebanyak 87, karena ini kan terusan dari yang Desember 2019 sebelumnya. Pada Februari mengalami penurunan kasus, menjadi 38 kasus. Namun kembali turun pada Maret, dengan kasus sebanyak 28 kasus,” jelasnya, Rabu (09/09/2020).
Sementara itu, pada April 2020 tercatat kasus DBD mengalami penurunan lagi, menjadi 11 kasus.
Berikutnya di Mei juga mengalami penurunan kasus, menjadi 8 kasus. Akan tetapi pada Juni naik tiga kasus, menjadi 11 kasus.
“Angkanya memang naik, tapi kita lihat ini tidak siginifikan. Pada Juli terdapat 12 kasus, dan sampai bulan Agustus ada 12 kasus,” terangnya.
Kata Erma, kemungkinan September dan berikutnya mengalami kenaikan. Hal ini dilihat dari kasus tahun lalu, dimana peningkatan terjadi pada Oktober, November, Desember dan Januari.
Lihat juga video : Klik Disini
Pada tahun lalu, angkanya di Tanjabbar perbulan mencapai 70 kasus.
” Oktober itu ada 45 kasus, kemudian meningkat menjadi 70 kasus dan Desember 52 kasus. Kemungkinan bisa jadi kalau kita lihat ini seperti siklus,” Pungkasnya. (hry)
