BERITA JAMBI – Provinsi Jambi pada 2024 mendatang bakal memiliki layanan khusus penyakit jantung terpadu di RSUD Raden Mattaher. Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, gelar sidak kesiapan Gedung RS, Rabu (22/06/2022).
Belum lama ini, Gubernur Jambi Al Haris tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama rumah sakit nasional, terkait dengan kerja sama layanan bedah jantung, kanker dan stroke di RSUD Raden Mattaher.
Adapun ketiga rumah sakit nasional tersebut, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais dan juga RS Pusat Otak Nasional.
Sambut rencana tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Jambi gelar sidak kesiapan Gedung Layanan Penyakit Jantung di RSUD Raden Mattaher. Hadir dalam sidak, Ketua Komisi IV, Fadli Sudria, Sekretaris Eka Marlina, beserta anggota Abdul Khafid dan Supriyanto.
“Kita mengecek kesiapan gedung RSUD Raden Mattaher, terkait MoU tersebut,” ungkap Fadli.
Hasil Sidak
Dari hasil sidak, Ketua Fraksi PAN ini menilai, kesiapan RSUD Raden Mataher telah mencapai 90 persen. Hanya saja, pihaknya menyoroti tata kelola ruang transit RSUD Raden Mataher, yang di nilai tidak efektif.
Pasalnya, Ia mengamati, tiap pasien rujukan 11 Kabupaten/Kota, harus menunggu hasil Tes PCR kurang lebih 24 jam di ruang transit.
Baca Juga : Komisi IV Tegaskan RSUD Raden Mataher, Soal Pasien BPJS dan Umum
“Sebelum masuk ruang inap wajib PCR, dan menunggu hasilnya 24 jam. Nah, inilah membuat antrian di kamar transit. Sementara, kamar transit hanya memiliki 10 tempat tidur. Padahal, dari seluruh Kabupaten, itu dirujuk ke RSUD Raden Mataher,” tegasnya.
Layanan Khusus Jantung
Soal ruangan layanan jantung, RSUD Raden Mataher bakal mendapat bantuan anggaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“APBD Provinsi Jambi hanya menyiapkan tempat. Sesuai dengan harapan MoU kemarin, Kementerian Kesehatan siap membantu isi dan peralatannya,” tambahnya.
Ke depannya, RSUD Raden Mataher juga bakal lakukan perubahan tata letak ruang layanan. Untuk ruang rawat VIP bakal di alihkan ke gedung baru. VIP yang lama, jadi layanan khusus bedah jantung, kanker dan stroke.
“Ruangan VIP yang lama tadi, akan menjadi tempat layanan terpadu jantung,” tambahnya.
(Rpa)
