Geger, Rebutan Lahan Adat, Seorang Warga Meregang Nyawa Ditebas

BERITA VIRAL – Terjadi peristiwa berdarah yang bermula dari rebutan lahan adat, yang membuat seorang warga tewas. Sedangkan 6 korban lainnya luka-luka, usai di tembak dan di bacok.

Tak ayal, peristiwa rebutan lahan adat ini buat geger warga setempat, usai satu orang tewas dibacok dengan kondisi keher nyaris putus. Bukan Cuma itu, 6 orang lainnya, alami luka.

Baca juga : Geger, Oknum TNI Selingkuh Dengan Istri Bawahan, Hingga Begituan di Room Karaoke

Sebelumnya, peristiwa berdarah yang bermula dari Rebutan tanah adat berujung bentrokan ini, terjadi di Palaran, Samarinda Kalimatan Timur.

Bentrokan terjadi di lahan dekat jalan tol di RT 1, Kelurahan Handil Bakti kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Sabtu (10/4) pukul 11.00 Wita.

Selain itu, Bentrok berdarah ini juga melibatkan warga dan Kelompok Tani Empang Jaya, yang menyatakan diri sebagai pemilik tanah adat.

Dua kubu terlibat bentrok dengan menggunakan senjata tajam.

Tercatat tujuh warga menjadi korban. Bahkan satu di antaranya bernama Burhanuddin, tewas mengenaskan. Dia tewas dengan leher nyaris putus akibat di bacok.

Dalam peristiwa bentrokan itu, sejumlah warga mengalami luka tembak senjata rakitan jenis penabur, dengan peluru gotri (pelor bulat berbahan besi).

Salah seorang di antaranya bernama Lamma, mengalami luka tembak di tangan kiri.

Mereka yang menjadi korban di larikan ke Puskesmas Palaran dan RSUD IA Moeis.

Sementara jasad Burhanuddin, masih berada di TKP dab menunggu kedatangan Polsek Palaran dan Polresta Samarinda.

Di samping itu, Koramil 0901-04 Palaran juga menuju ke TKP, untuk ikut mengamankan situasi.

Jauhnya lokasi kejadian dan sulitnya medan, yang harus melaintasi jalan berlumpur, membuat TKP tidak mudah di jangkau.

Lahan Di Kuasai Kelompok Tani Empang Jaya

Informasi sementara yang di peroleh media ini, bentrokan terjadi lantaran tanah milik warga di duduki Kelompok Tani Empang Jaya, yang mengatasnamakan tanah adat.

Area tanah yang dekat dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) itu, sudah cukup lama di klaim tanah adat.

Hal itu memicu keresahan warga setempat, yang memegang segel maupun Surat Peryataan Penguasaan Tanah (SPPT).

Polisi melalui Inafis Satreskrim Polresta Samarinda, tengah melakukan pengamanan dan penyelidikan di TKP.

Di konfirmasi mengenai peristiwa bentrokan itu, Camat Palaran, Suwarso membenarkan.

Suwarso mengatakan, bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Kapolsek Palaran, AKP Roganda serta Koramil 0901-04 Palaran.

Berita lain : Geger, Oknum Polwan Di grebek Suami Ngamar Dengan Polisi di Hotel

“Saya minta bantuan, agar tempat kejadian di amankan. Dan saya minta kepada lurah setempat, untuk dapat meredam serta menenangkan warga,” ucapnya.

“Saya juga mengimbau, agar warga dapat menahan emosi dan tidak tersulut provokasi yang membuat situasi Palaran, menjadi tidak kondusif,” pungkasnya.

 

Sumber : pojoksatu.id

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube