BATANGHARI – Pembangunan turap di Desa Kembang Batanghari, yang terus menjadikan Polemik di tengah masyarakat. Namun anggota DPRD ini malah tak tau.
Polemik pembangunan yang jadi sorotan masyarakat, hingga Bupati ini malah tak diketahui anggota DPRD Kabupaten Batanghari.
Baca juga : Pasien Yang Baru Dinyatakan Positif di Jambi, Ternyata Seorang Wanita Dari Tanjabbar
Hal ini diakui oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Batanghari, Patoni saat ditemui awak media, pada Rabu (15/04/2020).
DPRD yang membidangi permasalahan hukum, dan pemerintahan ini mengaku malah tak tau persoalan pembangunan turap tersebut. Padahal, perkara ini sudah sampai ke telinga Bupati.
“Kami belum tahu soal berita itu. Tapi kalau sudah sampai ke inspektorat itu memang sudah institusinya, untuk menyelesaikan. Masalah itu nanti inspektorat bersama-sama dengan PMD, akan menyelesaikan permasalahan itu,” ujar Patoni.
Pun demikian, Ketua Komisi 1 DPRD Batanghari akan membahas persoalan ini, saat hearing dengan Inspektorat, pada hari jum’at (17/04/2020) mendatang.
Pihaknya juga akan mengeluarkan rekomendasi kepada Inspektorat, untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Kita akan merekomendasikan kepada inspektorat dan dinas PMD, untuk menyelesaikan persoalan itu dengan sebaik-baiknya.” Lanjutnya.
Untuk diketahui pembangunan turap Desa Kembang Tanjung ini, menelan dana Rp.704.165.000 yang berasal dari anggaran Dana Desa tahun 2019.
Lihat juga video : Update Data COVID-19 Provinsi Jambi terbaru
Sedangkan untuk ukuran panjang turap yakni 100 Meter, yang berada di RT 09 dan 10 desa Kembang Tanjung, Kecamatan mersam kabupaten Batanghari.
Namum, dalam pengerjaannya pembangunan turap tersebut belum selesai, tapi sudah mengalami kerusakan parah. (Mardi Ali)
