JAMBI – Rendahnya hasil panen petani kelapa sawit di Provinsi Jambi, disinyalir karena beredarnya pupuk palsu yang digunakan untuk tanaman sawit itu sendiri.
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal usai mengikuti acara sosialisasi pemutakhiran diagram timbang Indeks Harga Konsumen (IHK), dan Nilai Tukar Petani (NTP) Tahun Dasar 2018, Jum’at (31/01/2020).
Agusrizal mengatakan, bahwa hasil panen petani sawit di Jambi saat ini rata-rata antara 14 sampai dengan 24 ton per hektar selama satu tahun.
Sementara, yang menggunakan bibit unggul, berkisar sekitar 33 hingga 36 ton per hektarnya.
“Kalau bibit unggul itu 33 sampai dengan 36 ton per hektar per pertahun,” katanya.
Dari hasil tersebut, ia dapat menilai bahwa pupuk yang digunakan oleh petani, dapat dikatakan tidak bagus atau palsu. Belum lagi dilihat batang tamannya juga kecil.
“Petani swadaya kita batang sawitnya kecil-kecil,” ungkapnya.
Oleh karena itu, disamping bibitnya yang tidak jelas, pemupukannya pun juga jarang dalam satu tahun itu satu kali.
Untuk itu, disampaikannya bahwa saat ini pemerintah sudah menggalang program replanting, untuk produksi yang rendah dibawah satu ton dengan dibiayai oleh pemerintah.
“Sekarang adanya replanting, kami berharap petani yang memang produktifitasnya rendah dibawah 10 ton per tahun, agar bisa mengajukan replanting, nanti di biayai oleh pemerintah.” Tutupnya. (Paw)
