BERITA BATANGHARI – Keadaan lalu lintas Muara Bulian-Tembesi macet parah, dari pukul 22.00 wib malam hingga pagi ini, Senin (20/01/22).
Menurut informasi yang di peroleh di lapangan, kemacetan inibdi picu karena ada mobil ekspedisi yang mogok di depan pasar PU Muara Tembesi.
Di tambah juga dengan padatnya kendaraan Batubara dan pengendara lain yang membuka jalur sendiri. Sehingga, hal itu menyebabkan macet semakin parah.
Tak ayal, para pengguna Jalan keluhkan kemacetan yang terjadi di jalan lintas Muara Bulian- Muara Tembesi. Bagaimana tidak, jarak yang biasanya hanya di tempuh dalam 20 Menit, kini menjadi 9 Jam.
Baca juga : 65 Tahun Provinsi Jambi, Dewan Ingatkan Pemulihan Ekonomi
Ironisnya lagi, padatnya angkutan batubara ini membuat kondisi jalan Bulian-Tembesi macet parah. Sehingga tidak sedikit pengendara lain yang mengeluh.
Seperti yang di sampaikan Robi, salah seorang pengguna jalan Muara Bulian-Muara Tembesi itu, pada awak media ini, Senin (10/01/2022).
Ia menjelaskan dirinya beranjak dari kota Muara Bulian minggu malam (9/1/2022) sekira pukul 22.00,dan pagi ini Senin (10/1/2022) baru tiba di Timbangan Muara tembesi.
“Kalo biasanya bulian tembesi hanya memakan waktu 20 menit. Kalo sekarang merayap,” jelasnya.
Hal senada juga di katakan oleh Ardi, seorang sopir Travel yang merasa rugi, karena kemacetan yang terjadi di jalan lintas ini.
“Ya, kalo biasanya kita sudah tiba di loket dan sudah muat penumpang lagi, kalo gini terus bisa macet Setoran kita,” jelasnya.
Lihat juga video : Demo Mahasiswa Berujung Ricuh
Ia juga berharap kepada pihak terkait, agar dapat memperhatikan kondisi ini. Dan dapat mencari solusi yang terbaik, sehingga tidak lagi terjadi kemacetan.
“Jika begini terus banyak yang akan di rugikan. Contohnya, jika ada mobil ambulan yang mengangkut orang yang sedang sekarat gimana. Kan kasian,” tambahnya lagi.
Mobil Yang Rusak
Untuk di ketahui, dari informasi yang di peroleh, selain karena padatnya angkutan batubara kemacetan ini juga di picu oleh perkara lain.
Kabarnya, di sekitar lokasi ada satu unit mobil ekspedisi yang mogok.
Sementara itu, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Baik itu dari kepolisian, maupun pemerintah Kabupaten Batanghari.
(Ren)
