MERANGIN – Sejumlah Emak-emak mengamuk di Kantor Desa Seling Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Mereka protes terkait pembagian BLT, yang dinilai tak tepat sasaran.
Diketahui, kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.45 siang tadi di kantor Desa Seling Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Rabu (17/06/2020).
Baca juga : Pilkada Ditengah Pandemi Covid-19, Bawaslu Ajukan 5,8 M Untuk APD
Emak-emak yang sudah kepalang emosi, akibat pembagian BLT yang dinilai tidak transparan pun mengamuk, dan memporak-porandakan kantor desa tersebut.
Pemicu kemarahan sejumlah emak-emak ini, karena ada seorang warga Desa Seling yang memiliki KK Desa Pulau Aro, ternyata mendapat bantuan BLT.
Sedangkan, mereka yang jelas-jekaa tinggal di Desa Seling dan KK setempat, malah tidak dapat BLT tersebut.
Tak ayal, emosi mereka pun akhirnya pecah, sehingga langsung mengamuk di kantor desa tersebut, sebagai bentuk protes atas ketidak transparansi pembagian BLT itu.
“Kami tidak mendapatkan sama sekali dana BLT, malah yang dapat orang yang mampu. Ada juga KK masih Pulau Aro yang netap di Sling malah dapat BLT. Tapi kami yang warga sini malah tidak dapat,” ujar Ramlah salah satu dari emak-emak tersebut, dikutip dari Jurnaljambi.co.
Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya berinisial GB, yang menilai Kades Seling tersebut pilih kasih dalam pembagian BLT ini.
Dimana, warga yang baru saja pindah ke desa tersebut, dapat bantuan BLT. Sedangkan, sebagian warga asli dan yang sudah menetap lama tidak diberikan.
Tak hanya itu saja, pembagian BLT di Desa tersebut malah masih tahap pertama. Padahal di daerah lain sudah masuk tahap dua.
“Iya ini baru tahap pertama, sedangkan desa ain sudah masuk tahap kedua,” ujarnya dikutip dari Seputarmerangin.com.
Tentu, perkara ini makin membuat emosi warga setempat. Karena selain tidak transparan, pembagiannya pun juga tak sesuai dan terkesan terlambat.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Seling Ahmad Ibe, juga tidak terima dengan pembagian BLT yang tida tranparans tersebut.
Bahkan, Ia degan tegas meminta agar Kepala Desa Seling segera mundur dari jabatannya.
“Kalau tidak mampu menyelesaikan masalah, lebih baik Kades mundur,” pekiknya.
Tanggapan Kades
Terpisah, menanggapi perkara tersebut Kepala Desa Seling Hasan ketika, menjelaskan bahwa pembagian BLT sudah tetap sasaran.
Menurutnya, warga yang mendesak agar pembagian BLT dilakukan secara merata. Sedangkan sebagain warga tersebut, adalah orang kaya.
“Masyarakat meminta bagi rata, namun saya tidak mau. Untuk masyarakat yang minta BLT itu semua orang kaya, macam mana saya mau membagikannya,” jelasnya.
Hingga malam ini, suasana di Desa tersebut masih memanas, aparat Kepolisian dan TNI pun turut berjaga-jaga di sekitar lokasi. (Red)
