Hampir Sebulan Kasus Pengusiran Wartawan di Muaro Jambi, Apa Kabarnya?

BERITA MUARO JAMBI – Tindakan kasar dan tak patut di tiru Kades Bertam, berbuntut laporan polisi pada 28 Januari 2021. Hampir sebulan kasus pengusiran wartawan di Muaro Jambi, bagaimana perkembangannya?

Kasus yang tak hanya menyedot perhatian insan pers namun juga masyarakat itu, di tindaklanjuti usai sejumlah wartawan datang ke Polres di Muaro Jambi.

“Waktu itu 2 minggu setelah laporan, kita datang ke Polres. Kita tanyakan perkembangannya. Kita berhak mendapatkan pemberitahuan perkembangan hasil laporan. Setelah kami datangi, baru surat SP2PHP nya keluar. Sebelumnya tidak ada pihak kepolisian yang menghubungi saya, untuk menginformasikan perkembangan laporan itu. Masak kami datangi dulu baru di keluarkan surat perkembangan perkaranay,” ungkap Nopan, Rabu (24/2/2021) siang.

Baca juga : Di singgung Soal Lahan Perumahan Jaluko, Kades Bertam Ngamuk, Ancam Hingga Usir Wartawan

Selain itu, bilangnya, perkembangan ini memang di pantau rekan sesama jurnalis. Pun demikian kalangan aktivis yang ikut menyoroti.

“Kami selalu di tanyai bagaimana tindaklanjutnya. Kenapa lambat sekali? Apa perkembangannya? Ini pertanyaan dari sesama wartawan sampai masyarakat. Mereka ingin tahu, bagaimana wartawan yang mendapatkan perlakuan kasar dan ditindaklanjuti penegak hukum,” paparnya.

Masih dikatakan pria jebolan Strata 1 Jurnalistik IAIN, disorotinya kasus ini lantaran wartawan dan masyarakat khawatir dengan pengunaan Dana Desa dan sebagainya tidak dapat di kritisi lagi.

Hal ini mungkin terjadi, jika sikap arogan oknum kades yang 2 kali mengusir wartawan “masuk angin” atau tak di tindaklanjuti.

“Wartawan bae di usir, dikasari. Lalu bagaimana kami yang masyarakat mau kritisi Dana Desa, program desa? Kalau wartawan tak lagi memberitakan, siapa yang akan menjalankan kontrol sosial? Begitu pertanyaan yang datang hampir setiap hari,” terangnya.

Berulang Kali Menemui Kapolres

Lantaran hal itu, Ia pun turun langsung ke Polres Muaro Jambi pada minggu ke 3. Bahkan, Nopan dan Hasrul berulang kali berupaya menemui Kapolres.

“Hampir 1 bulan, hari ini 2 orang di panggil ke Polres,” katanya.

Ia berharap, kasus ini cepat di tindaklanjuti. Insan pers, sangat menanti perkembangan kasus ini. Bahkan Nopan mengaku sudah beberapa kali di minta untuk melakukan aksi.

Sementara itu, salah satu wartawan DinamikaJambi.com, Hasrullah mendapatkan intimidasi hingga perkataan kasar dari kades di Kecamatan Jaluko itu. Parahnya, perbuatan itu di ulang kali kedua, saat Hasrul yang tergabung di PWM mencoba mengkonfirmasi.

Lihat juga video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

Dengan demikian Ia sangat marah dan kecewa terhadap oknum Kades tersebut, karena telah bersikap arogan dan menghalangi tugas seorang pers.

Selanjutnya, hal ini juga di nilai tidak memberikan kemudahan terhadap profesi wartawan, yang sudah beritikad baik. Tentunya, meminta keterangan sang Kades atau informasi yang di peroleh di lapangan.

‘Wartawan itu sebagai pilar demokrasi ke IV. Apa yang mereka lakukan untuk kepentingan publik,” jelasnya. (Red)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube