Banyak Jabatan Kosong, Reshuffle Pejabat Sarolangun Mengambang

SAROLANGUN – Roda pemerintahan Pemerintah Kabupaten Sarolangun kini banyak jabatan kosong. Kekosongan ini makin ruwet lantaran Reshuffle Pejabat Sarolangun mengambang, tak jelas.

Tercatat sudah 10 bulan lamanya kursi BH 1 S di isi dengan Penjabat Bupati (Pj) Bachril Bakri, namun tidak ada perombakan di tubuh Pemerintahan.

Banyak jabatan yang strategis mengalami kekosongan, dimulai dari Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) saat ini jabatan itu diisi dengan Plh, kemudian Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga di jabat oleh pelaksana tugas (Peltu).

Kemudian Dinas Perhubungan, BKPSDM, DP3A, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Staf Ahli Bupati, Asisten II Setda, dan puluhan Eselon III dan IV mengalami kekosongan.

Isu reshuffle itupun sudah sering di lontarkan, sehingga dinas OPD lainnya sedikit terganggu untuk bekerja.

Belum lama ini saat menghadiri acara Jambore TP-PKK tingkat Kabupaten Sarolangun, kepada sejumlah awak media Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri mengatakan surat permohonan untuk melakukan reshuffle sudah di ajukan kepada Gubernur Jambi.

Namun Bachril bilang, berkas tersebut belum disetujui oleh Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal ini yakni Gubernur.

“Sebenarnya sudah ada sih dukungan itu, hanya saja masih ada koreksi sedikit oleh Pak Gubernur, kita lihat perkembangan seperti apa,” ungkap Bachril

Gubernur Jambi Al Haris kepada sejumlah awak media usai melakukan Safari Ramadhan di Desa Ladang Panjang, Kabupaten Sarolangun belum lama ini mengatakan bahwa, berkas yang diajukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun terkait dengan perombakan kabinet pemerintah (Reshuffle) sudah di tandatangani oleh dirinya.

“Saya sudah menandatangani (ACC) dan semua sudah di teken tinggal lagi prosesnya di BKN. Mungkin begini, BKN kan mereka lebih hati-hati, contoh misalnya jabatan yang belum genap dua tahun itu di cek betul, karena tidak boleh di mutasi,” beber Haris

Saat jabatan Penjabat Bupati Henrizal, bilang Haris, ada pelantikan. Jika diusulkan dari jumlah nama-nama itu sedikit yang disetujui ternyata usia jabatannya belum cukup di rotasi.

“Bupati ini membutuhkan kinerja betul-betul orang yang mempuni, kini sedang diproses mungkin akan segera selesai dari BKN dan Mendagri, setelah itu baru bisa pelantikan,” jelas Gubernur Al Haris.

Baca Juga : Pj Bupati Sarolangun Perintahkan Audit OPD, Ada Apa?

Saat disinggung, informasi yang beredar dikalangan masyarakat bahwa hubungan antara Gubernur Jambi Al Haris dan Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri sedang tidak baik. Konon, hal ini yang membuat lambatnya reshufle di kalangan pemerintah kabupaten Sarolangun.

Ketika Pj Bupati Sarolangun ingin melakukan reshuffle jabatan tentu ada surat rekomendasi dari Gubernur Jambi, dan Gubernur Jambi Al Haris langsung membantah perihal itu.

“Tidak ada itu, saya dengan bupati sebagai pembina mereka semuanya, sepanjang itu disetujui oleh BKN dan Mendagri saya sifatnya hanya meneruskan saja dari usulan Bupati ke BKN, kalau berkas sudah dimeja saya sebentar saja sudah selesai, dan tidak saya cek lagi,” katanya.

“Begitu masuk ke kami langsung kita kirimkan, hanya saja yang lama itu di BKN dan Mendagri karna di BKN itu di cek semua. Kalau saya tidak dicek lagi hanya meneruskan, tapi kalau BKN di cek semua jabatan itu mana yang belum dua tahun mana yang sudah itu mereka cek semua, jadi hubungan saya bagus semua dan berusaha untuk bagus.” pungkasnya (Ajk)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube