BATANGHARI – Truk bermuatan CPO sawit terguling di jalan lintas Muarabulian, tepatnya di Desa Rantau Puri RT 08. Akibat kecelakaan tunggal tesebut, minyak CPO yang berada dalam tangki truk tumpah ke drainase jalan.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 10.00 Wib Kamis (4/1). Pada peristiwa itu, truk yang mengangkut minyak CPO sawit sekitar 16.000 liter mendadak diserbu warga sekitar. Diketahui, truk CPO PLKT TK-16 jenis Hino bernopol BH 8136 S tersebut tujuan Jambi.
Puluhan warga saling berebut mengambil tumpahan minyak untuk dikumpulkan. Ada yang menggunakan galon, ember hingga drum. Minyak yang mengalir akibat laka tungal tersebut lebih kurang hingga 200 meter. Dengan perlahan warga mengais sisa sisa tumpahan minyak yang masih dapat dimanfaatkan dengan menggunakan alat seadanya.
“Iyo, sayo ngikut kawan kawan, orang pado ngumpulin minyak sayo ikut jugo. Soalnyo, banyak nian minyak tu tumpahnyo. Sayo jugo dak tau mau diapoin minyak nih. Kato orang-orang, kumpulin bae dulu gek adola yang mau ngasih upah warga yang ngumpulin. Ado yang bawa ember, galon bahkan drum,” kata salah satu warga yang ikut menampung minyak CPO.
Warga lainnya, Edi menuturkan, insiden kecelakaan ini bermula saat truk CPO arah Muarabulian menuju Jambi dengan laju kencang menghindari sebuah mobil dari arah berlawanan. Namun, saat sopir membantingkan stirnya, tiba-tiba truk oleng hingga terguling. Saat itu juga, muatan CPO sekitar 16.000 liter tumpah.
“Kalau dari keterangan sopir yang telah diamankan tadi, dio pas di tikungan dan kondisi penurunan tersebut mencoba menghindari sebuah mobil sehingga banting kiri dan terperosok ke bahu jalan hingga terguling di tebing,” tutur Edi.
Edi menjelaskan, tindakan warga mengumpulkan minyak yang tumpah bukan penjarahan. Warga mengumpulkan minyak semata-mata untuk membantu pihak truk CPO. Edi mengakui, tindakan warga hanya sebatas mengumpulkan saja sisa minyak yang berserakan.
“Kami cuman ngumpulin bae, kagi bos yang punyo minyak ni mau datang jam empat sore dari sarolangun, nah kagitulah gimano itung itungannyo,” tutur Edi.
Saat ditanyakan berapa upah yang diterima warga nanti dari hasil mengumpulkan sisa minyak? Edi mengaku belum tahu berapa yang akan dibayar perusahaan atas jasa warga. Mereka hanya berusaha mengumpulkan minyak sebanyak mungkin dengan harapan upah dari hasil tersebut.
“Iyo, upahnyo belum tahulah, yang jelas warga berusaha mengumpulkan minyak sebanyak mungkin,” ungkapnya.(Akr)
